Sport  

Sandy Walsh Tolak Tawaran Timnas Irlandia Gabung Timnas Indonesia Demi Laksanakan Amanat Leluhur

Makam Kakek Sandy Walsh yakni R.M. Portier, di pemakaman Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Makam Kakek Sandy Walsh yakni R.M. Portier, di pemakaman Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

NusantaraInsight, Makassar — Sandy Henny Walsh atau dikenal dengan nama Sandy Walsh lahir di Belgia pada 14 Maret 1995. Ia lahir dari ayah keturunan Irlandia kelahiran Inggris yang berasal dari keluarga Somalia-Afrika Selatan dan seorang ibu keturunan Indonesia kelahiran Swiss yang dibesarkan di Belanda.

Oleh karena itu, dia memenuhi syarat untuk membela Belgia, Inggris, Irlandia, Swiss, Belanda, dan Indonesia.

Namun dirinya lebih memilih bermain untuk Tim Nasional (Timnas) Indonesia karena menjalankan amanat leluhurnya.

Pada 17 November 2022, ia resmi dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia dan membela Timnas Indonesia.

Saat ini, ia bermain untuk klub Liga Pro Belgia Mechelen sebagai defender (bek kanan). Sebelumnya dia adalah mantan pemain timnas muda Belanda.

Tolak Timnas Irlandia Pilih Timnas Indonesia

Sandy Walsh memiliki darah keturunan Indonesia memang mengalir deras dari keluarganya terutama darah Jawa, sang kakek R.M Portier adalah orang Surabaya sedangkan neneknya adalah orang Purworejo, Jawa Tengah.

Dari pernikahan antara kakek dan neneknya lahirlah sang ibu yang bernama Brigitta Portier, artinya sang ibu juga mempunyai darah keturunan Indonesia dari etnis Jawa.

BACA JUGA:  FIFA Diterpa Banyak Kasus

Brigitta Portier lalu menikah dengan ayahnya yang merupakan orang Belanda dari pernikahan keduanya maka lahirlah Sandy Walsh.

Ayahnya sendiri merupakan orang Belanda namun sang ayah juga mempunyai darah keturunan Irlandia, saat pandemi COVID-19 mulai mereda pernah suatu ketika Walsh mendapatkan panggilan Timnas Irlandia.

Hal itu diungkapkan PSSI, Hasani Abdulgani dalam wawancara di Youtube. Dia mengatakan Sandy Walsh ternyata sempat mendapat tawaran memperkuat Republik Irlandia.

Tapi ada satu alasan khusus mengapa pria berusia 27 tahun itu mantap memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Bek berusia 27 tahun itu benar-benar cinta dengan negara kelahiran kakek dan neneknya.

Sandy Walsh mendapatkan amanat dari kakeknya melalui sang ibu bahwa ia ingin agar cucunya kelak mau kembali ke Indonesia, dan tak lupa dengan tanah leluhurnya di Jawa.

Sejak dulu ia sudah mempunyai kecintaan terhadap Indonesia, Sandy Walsh pun memberikan dokumen keturunan Indonesia kepada PSSI sejak 2017 namun tak mendapatkan respon.

Sebelum Shin Tae Yong menduduki kursi kepelatihan Timnas Indonesia pada Desember 2020, para pelatih Timnas Indonesia tidak memberikan banyak perhatian kepada niat Sandy Walsh untuk mengabdikan diri.

BACA JUGA:  Jadwal Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris, Argentina vs Swiss

PSSI dulunya tidak tertarik kepada Sandy, sang ibu sempat memintanya untuk melupakan Indonesia dan memilih tawaran Irlandia karena tak mendapatkan kepastian dari PSSI.

Namun Sandy tetap menolaknya dan yakin ia bisa memperkuat tanah kelahiran kakeknya dan buah kesabaran itupun terkabulkan setelah Shin Tae Yong menjadikan Sandy Walsh sebagai salah satu proyek pengembangan Timnas Indonesia.

Sandy Walsh sejak lama telah mengikuti kursus bahasa Indonesia dan bisa sedikit berbahasa Jawa, ia juga mulai terbiasa mencicipi makanan khas Indonesia yang dijual di Belgia.

Di Belgia ada banyak Warga Negara Indonesia yang membuka restoran di sana, mulai dari sate, nasi goreng, bakso, gulai, dll.

Sandy juga menyimpan batik yang merupakan identitas dari Indonesia, semua hal yang berkaitan tentang Indonesia pun dipelajarinya dari berbagai media terutama YouTube.

Menolak Irlandia dan memilih Indonesia adalah pilihan dari Sandy bahkan saat masih berseragam Zulte Waregem Belgia.

Saat ini Sandy Walsh dipanggil Timnas Indonesia jelang pertandingan melawan Vietnam. Pemain yang menjadi Warga Negara Indonesia sejak 2022 ini terakhir kali mencetak gol saat pertandingan menghadapi Jepang di Piala Asia AFC 2023 dan merupakan gol pertamanya bersama Timnas Indonesia, pemain yang pernah merasakan kompetisi Europa League ini sekarang bermain untuk klub Jupiler Pro League, KV Mechelen Belgia. (*)