Investasi pada SDM
Ketua Panitia Penataran, Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO., mengatakan peningkatan kapasitas tenaga teknis merupakan investasi jangka panjang bagi olahraga dayung Sulawesi Selatan.
Menurut dia, perkembangan olahraga prestasi menuntut pelatih terus memperbarui pengetahuan. Program latihan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi membutuhkan pendekatan yang sistematis dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu keolahragaan.
Begitu pula dengan wasit. Pemahaman terhadap regulasi harus terus diperbarui agar kualitas pertandingan ikut berkembang.
“Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pembinaan di daerah masing-masing,” kata Nukhrawi.
Dalam kepanitiaan, Nukhrawi didampingi Drs. Suarman, M.Pd. sebagai sekretaris dan Dr. H. Mulyono Caco sebagai bendahara.
Adapun koordinator narasumber melibatkan Gustiana, S.E.; Kapten Laut Asmawati D. Sumban; Sumarni Mahmin, S.Pd., M.M.; H. Zaenal Abidin, S.Pd.; Suhartati, S.E.; serta Anwar Tara, S.Pd.
Dari Daerah Menuju Prestasi Nasional
PODSI Sulsel berharap penataran tersebut memberikan efek berantai terhadap pembinaan olahraga dayung di daerah.
Pelatih yang kompeten diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi atlet sejak dini. Program latihan dapat disusun lebih terukur, sementara perkembangan atlet bisa dievaluasi secara sistematis.
Ketersediaan wasit berkualitas juga dibutuhkan karena kompetisi daerah menjadi salah satu ruang penting dalam menemukan atlet potensial.
Bagi Alimuddin, pembinaan yang kuat di kabupaten dan kota menjadi fondasi untuk menjaga tradisi prestasi olahraga dayung Sulawesi Selatan.
Karena itu, peningkatan kualitas atlet harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pelatih dan wasit.
Penataran selama tiga hari tersebut menjadi salah satu langkah untuk membangun fondasi itu: memperkuat orang-orang yang berada di balik atlet agar olahraga dayung Sulawesi Selatan semakin siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.












