banner 728x90

Cek Fakta, Merangkul Seniman Perempuan Iran,Cristiano Ronaldo Dihukum Cambuk

  • Bagikan

NusantaraInsight, Teheran — Cristiano Ronaldo dikabarkan kena hukuman cambuk 99 kali. Rumor ini muncul setelah sang Mega bintang’ Al Nassr kedapatan merangkul seniman perempuan asal Iran, Fatemeh Hamami.

Momen tersebut terjadi pada laga lanjutan Liga Champions Asia 2023-2024. Al Nassr berhadapan dengan klub asal Iran, Persepolis, di Stadion Azadi, Teheran pada 20 September 2023 dan berhasil menang 2-0.

Kehadiran Ronaldo itu sejatinya mendapat sambutan yang antusias dari para pecinta sepakbola Iran. Di sela-sela lawatannya ke itu, Ronaldo menyempatkan diri bertemu dengan Fatemeh Hamami. Dia adalah pelukis asal Iran yang melukis menggunakan kaki, karena kondisinya yang mengalami 85 persen kelumpuhan.

Dalam video yang tersebar, Ronaldo memeluk serta mencium Fatemeh Hamami sebagai tanda apresiasi dan terima kasihnya. Hanya saja, tindakan CR7 ini mendapat kritikan dan dianggap sudah melanggar aturan hukum yang berlaku di Iran, yang mana dia merangkul dan mencium perempuan yang bukan muhrim.

Beberapa media asal Spanyol menyebutkan Ronaldo terancam akan dikenai hukuman cambuk sebanyak 99 kali. Mega Bintang asal Portugal itu juga mendapat kecaman dari beberapa pengacara Iran karena menilai Ronaldo telah melanggar aturan hukum yang ada di negaranya. Sanksi cambuk akan dijatuhkan jika suatu saat CR7 berkunjung kembali ke Iran.

BACA JUGA:  Soft Launching Novel Autobiografi dan Wedding Anniversary 34th, Kembong Daeng : Ambil Hikmah dari Pesan Leluhur

Cek Fakta

Pemerintah Iran secara tegas membantah isu Cristiano Ronaldo akan dihukum cambuk 99 kali atas tuduhan perzinahan.

Media Spanyol, Mundo Deportivo, sebelumnya melaporkan bahwa sejumlah pengacara di Iran menuntut Cristiano Ronaldo.

Mega Bintang Portugal itu dianggap melakukan perzinahan menurut aturan Iran karena menyentuh wanita yang bukan istrinya. Sanksinya adalah hukuman cambuk 99 kali.

Kedutaan besar Iran di Spanyol memberikan pernyataan dan membantah kabar tersebut dan mengatakan bahwa kedatangan Ronaldo disambut baik pejabat setempat.

Pemerintah Irah juga menyebut bahwa isu ini bisa menutup pemberitaan konflik Palestina dan Israel.

“Kami dengan tegas menyangkal adanya hukuman apa pun terhadap atlet internasional mana pun di Iran,” demikian pernyataan dari pemerintah Iran, dikutip dari Goal.

“Sangat memprihatinkan bahwa publikasi berita yang tidak berdasar seperti itu dapat menjadi bayang-bayang terhadap kejahatan perang, terhadap bangsa Palestina yang tertindas.”

“Perlu dicatat bahwa Cristiano Ronaldo melakukan perjalanan ke Iran pada tanggal 18-19 September untuk bermain dalam pertandingan sepak bola resmi dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan pihak berwenang.”

BACA JUGA:  Mensesneg Sebut Dokumen Reshuffle Kabinet Hoaks

“Pertemuan yang tulus dan manusiawi dengan Fatemeh Hamami juga dipuji dan dikagumi oleh masyarakat dan otoritas olahraga negara itu.”

Ronaldo mengunjungi Iran bersama Al Nassr pada bulan lalu untuk menghadapi Persepolis pada babak penyisihan grup Liga Champions Asia.

Saat berada di Teheran, Ronaldo bertemu dengan pelukis disabilitas bernama Fatemeh Hamami yang memberinya lukisan.

Ronaldo kemudian memeluk Fatemeh sebagai ucapan terima kasih.

  • Bagikan