“Namrud memiliki pasukan besar dan kekayaan melimpah, yang digunakannya untuk menindas rakyat dan menantang kebenaran. Suasana ini sangat berdampak secara sosial, sehingga rakyat hidup dalam ketakutan terus-menerus. Terjadi krisis moral dan akidah yang luar biasa sebab masyarakat terdoktrin oleh penyembahan berhala dan kultus individu terhadap raja. Terjadi kesenjangan sosial yang begitu timpang dan kekayaan terkonsentrasi pada lingkungan istana, sementara rakyat kecil tertindas,” demikian Prof.Budu pada salat Idul Adha yang dihadiri sejumlah umat Islam tersebut. (mda).
Setiap Tahun Idul Adha Ditunggu dengan Suka Cita
Rekomendasi untuk kamu

Pada muscab PCM Manggala, terpilih 9 formatur PCM Manggala Makassar periode 2022-2027 yakni; Muh Ali H, S.Ag, M.Pd.I sebanyak 46, Kamaluddin Lala (39), Anwar, S.Pi,M.Pi (37); Muhammad Mahdi Syukur, S.Ag…

Founder K-apel tersebut juga mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah perjalanan yang sangat singkat dibandingkan kehidupan akhirat yang kekal. Karena itu, setiap Muslim perlu terus melakukan muhasabah agar tidak terjebak…

“Kesabaran dalam menghadapi cobaan adalah setengah dari iman, karena iman itu terdiri dari dua bagian, yaitu sabar dan syukur,” kunci Prof Dr H Andi Marjuni, mengutip Ibnu Taimiyyah. Sholat Idul…

Makassar, NusantaraInsight – Komunitas Al Qur’an Lovers Community (AQLC) membuka program kajian Al-Qur’an dan tasawuf pada Kamis, 14 Mei 2026, di Lt. 18 Brenstville, Makassar. Kegiatan ini dihadiri Dewan Pembina…

NusantaraInsight, Gowa — Pada bulan Ramadhan, kita rajin membaca Al-Qur’an. Kita membaca Al-Qur’an setiap hari. Sebagian besar dari kita bahkan membaca minimal satu juz Al-Qur’an setiap hari. Dan mengkhatamkan bacaan…







