“Namrud memiliki pasukan besar dan kekayaan melimpah, yang digunakannya untuk menindas rakyat dan menantang kebenaran. Suasana ini sangat berdampak secara sosial, sehingga rakyat hidup dalam ketakutan terus-menerus. Terjadi krisis moral dan akidah yang luar biasa sebab masyarakat terdoktrin oleh penyembahan berhala dan kultus individu terhadap raja. Terjadi kesenjangan sosial yang begitu timpang dan kekayaan terkonsentrasi pada lingkungan istana, sementara rakyat kecil tertindas,” demikian Prof.Budu pada salat Idul Adha yang dihadiri sejumlah umat Islam tersebut. (mda).
Setiap Tahun Idul Adha Ditunggu dengan Suka Cita
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Makassar, NusantaraInsight – Komunitas Al Qur’an Lovers Community (AQLC) membuka program kajian Al-Qur’an dan tasawuf pada Kamis, 14 Mei 2026, di Lt. 18 Brenstville, Makassar. Kegiatan ini dihadiri Dewan Pembina…

NusantaraInsight, Gowa — Pada bulan Ramadhan, kita rajin membaca Al-Qur’an. Kita membaca Al-Qur’an setiap hari. Sebagian besar dari kita bahkan membaca minimal satu juz Al-Qur’an setiap hari. Dan mengkhatamkan bacaan…

Percakapan semakin dalam. “Perjalanan batin itu panjang, Bang,” katanya. “Dimulai dari tazkiyah—membersihkan diri. Lalu takhalli—mengosongkan diri dari yang buruk. Tahalli—mengisi dengan yang baik. Sampai tajalli—cahaya itu mulai terbuka.” Saya mengangguk….

“Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa takwa bukan ibadah musiman, bukan semangat sesaat yang hanya hidup di bulan Ramadhan, melainkan arah hidup seorang mukmin sepanjang usia. Ramadhan telah melatih kita…

NusantaraInsight, Enrekang, Bontongan– Warga Dusun Pelappo Desa Bontongan melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di halaman Masjid Al Istiqomah pada Jumat (20/3/2026). Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran seluruh…








