“Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa takwa bukan ibadah musiman, bukan semangat sesaat yang hanya hidup di bulan Ramadhan, melainkan arah hidup seorang mukmin sepanjang usia. Ramadhan telah melatih kita menahan lapar dan dahaga, tetapi tujuan akhirnya adalah membangun hati yang kuat menghadapi dunia. Dan dunia yang kita hadapi hari ini bukanlah dunia yang tenang. Ia adalah dunia yang gelisah. Dunia yang gaduh. Dunia yang penuh tantangan dan rintangan,” tutur Ustadz Supriadi.
Pesan Idulfitri dari Bulukumba, Takwa Bukan Musiman
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

NusantaraInsight, Enrekang, Bontongan– Warga Dusun Pelappo Desa Bontongan melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di halaman Masjid Al Istiqomah pada Jumat (20/3/2026). Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran seluruh…

“Maka saya mengajak kita semua memanfaatkan hari-hari terakhir bulan Ramadhan untuk banyak meluangkan waktu beribadah dan melakukan berbagai amalan yang disunnahkan. Tetap membaca Al-Qur’an setiap saat, menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan,…

Mengutip hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Asnawin mengatakan, ketika terjadi gerhana, Rasulullah melaksanakan shalat dan diikuti para sahabat. Setelah itu Rasulullah berkhutbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung…

Bahira — pendeta yang hidup di biara itu — benar-benar menguasai kandungan manuskrip tersebut. Ramalan itu membuatnya sangat tertarik karena — seperti Waraqah (cendekiawan sepuh dan buta, ahli kitab Nasrani…

NusantaraInsight, Makassar — Sebanyak 125 calon da’i muda dari Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bulukumba, mengikuti Sekolah Tabligh Muhammadiyah Zona 6 Sulsel, 12-25 Januari 2026….







