Religi  

Khutbah Gerhana di Gowa, Asnawin Luruskan Mitos

Mengutip hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Asnawin mengatakan, ketika terjadi gerhana, Rasulullah melaksanakan shalat dan diikuti para sahabat. Setelah itu Rasulullah berkhutbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah.

“Dalam khutbahnya, Rasulullah bersabda, sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah,” kata Asnawin.

Di akhir khutbahnya, Asnawin mengajak jamaah berdoa bersama yang terjemahannya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Dengan pertolongan-Nya kami memohon bantuan atas segala urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada semulia-mulia para rasul, Nabi kami Muhammad, serta kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan pada jasad, tambahan ilmu, keberkahan dalam rezeki, tobat sebelum datangnya kematian, rahmat ketika menghadapi kematian, dan ampunan setelah kematian.
Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka. Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang memiliki kemuliaan, dari apa yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan semoga tercurah kepada para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

BACA JUGA:  Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mesjid Darussalam: Momen Rohani Bersama Sekcam Tamalate Saddam Musma