Sebenarnya anak anak SD dan SMP itu pun sudah banyak melihat di berbagai media tentang kebrutalan tentara tentara Israel terhadap penduduk sipil, terhadap anak anak, terhadap orang tua, perempaun, hingga ibu ibu hamil. Anak anak sekolah itu pasti memahami makna di balik setiap rupiah yang mereka infakkan.
Soal besaran infak dalam “BAZNAS Masih Bersama Palestina” ini, ATM—sapaan akrabnya, tidak menyebut angka. Hanya saja, anak anak sekolah bisa mendonasikan sebagian, atau setengah, sepertiga, atau seluruhnya dari uang belanja mereka, sehari saja untuk saudara saudara kita di Palestina.
“Uang jajan sehari saja sangat berarti bagi saudara saudara kita di Palestina. Satu hari saja uang jajan yang biasa kita belikan sesuatu hari ini kita alihkan untuk menyambung hidup dan harapan mereka. Mungkin terasa kecil bagi kita, tetapi bagi mereka di Palestina sana sangat berarti. Donasi ini sebagai bukti bahwa saudara saudara kita di Palestina sana tidak sendirian,” jelasnya.
Nantinya, semua dana yang terkumpul akan disalurkan langsung ke Palestina melalui jalur resmi. Artinya, seluruh dana yang terkumpul dari BAZNAS Makassar, akan disalurkan seluruhnya ke BAZNAS Pusat, kemudian dari sana langsung dibawa untuk membantu warga Palestina berupa makanan siap saji, bahan pangan pokok, air bersih, obat-obatan dan peralatan medis, selimut, pakaian hangat, serta kebutuhan sanitasi dan kebersihan.
ATM menambahkan, soal bantuan ke Palestina, BAZNAS sudah berpengalaman, lantaran sudah beberapa kali membawa bantuan langsung ke Palestina melalui bantuan otoritas Mesir.
“BAZNAS berkomitmen untuk memastikan bantuan ini sampai kepada pihak yang paling membutuhkan melalui jalur-jalur resmi, yang aman dan terpercaya, bekerja sama dengan mitra lokal yang memiliki akses di wilayah konflik,” urainya.
Menurutnya, inisiasi bantuan oleh BAZNAS ini bukan hanya sekadar penyaluran materi, melainkan juga pesan kuat tentang persatuan dan kepedulian umat. Harapannya, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban penderitaan warga Palestina, memberikan semangat, dan menjadi jembatan harapan bagi terciptanya perdamaian abadi di tanah suci tersebut.
Di bagian lain, Ketua Syekh Al-Muhammadiyah Al-Sanusiah Al-Idrisyiah Kota Makassar ini mengatakan, bantuan kemanusiaan untuk Palestina tidak sekadar tindakan amal biasa, melainkan sebuah manifestasi dari nurani kemanusiaan dan keimanan yang terdalam.
Bantuan kemanusiaan, adalah pengingat bahwa, di luar narasi politik yang memecah belah, penderitaan manusia adalah bahasa universal yang menuntut respons dari manusia, demi kemanusiaan. Sebuah seruan moral yang melampaui segala bentuk perbatasan dan perbedaan.
Pernyataan senada dikemukakan Kepala Bagian (Kabag) I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawati. Khusus infak dari anak anak sekolah, pihaknya telah menyampaikan surat audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar.
“Surat untuk permintaan audiensi sudah kami disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar. Kami sementara menunggu respon balik dari belau,” tuturnya, juga di ruang kerjanya, Selasa sore tdi. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).












