Religi  

API Gelar Rakernas, Tema: “Janganlah Hendaknya Kerajinanmu Kendor, Biarlah Rohmu Menyala-nyala dan Layanilah Tuhan”,

Urai Pendeta senior itu lagi, kepentingan bangsa dan umat yang harus didahulukan. API juga tidak menjadi bagian dari politik.

“Kalau API menjadi bagian dari politik, artinya bukan pendamai lagi. Ini yang harus kita jaga, kebetulan saya sebagai pendiri API, yah saya hadir untuk memberikan pengalaman-pengalaman atau pencerahan,” sahutnya.

Dalam menjaga kerukunan agama, API ini telah berbuat yang terbaik, baik itu di Ambon, Poso, Jakarta, dan lainnya.

“Saya dulu itu sebagai juru damai presiden Gus Dur, ketika ada kerusuhan, saya ditunjuk sebagai narasumber untuk perdamaian antar umat. Jadi ini tidak boleh ditinggalkan, jangan sampai hanya kepentingan sesaat, kita jadi kehilangan arah,” pungkas Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri API, Pdt Dr Tjahjadi Nugroho. (*)

BACA JUGA:  Makna Berkurban: Menyembelih Sifat Hewani dalam Diri Manusia