Webinar Nasional: Gellu Tua Toraya Menuju Pariwisata Berbasis Filosofi Tallu Lolona

Gellu tua toraya
Keindahan seni tari Tana Toraja

Di sisi lain Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE, akademisi dan pegiat budaya Toraja, menyampaikan bahwa saat berbicara tentang Gellu Tua Toraya, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang akar budaya.

Menurutnya, untuk memahaminya secara utuh, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu budaya Toraja, siapa pencetus awalnya, dan bagaimana sistem sosial serta nilai-nilai lokal terbentuk. Ia menekankan pentingnya pemikiran jangka panjang dalam hal keberlanjutan budaya, agar Gellu Tua Toraya tidak sekadar dipentaskan, tetapi juga dijaga maknanya sebagai warisan identitas.

Lebih jauh, Dr. Dirk mengaitkan Gellu Tua dengan konsep pariwisata berbasis filosofi Tallu Lolona, yakni hubungan antara manusia dengan sesama, dengan alam, dan dengan Sang Pencipta. Konsep ini dianggap sangat penting dalam membangun arah pariwisata budaya yang lestari dan bermartabat.

Kemudian salah satu peserta Webinar Agustina Rochyanti yang juga seorang pemerhati seni dan budaya, juga memberikan dukungan penuh terhadap webinar dan workshop Gellu Toraya. Ia menilai acara ini menjadi medium penting untuk menyatukan nilai edukasi, pelestarian, serta pemberdayaan masyarakat berbasis budaya.

BACA JUGA:  UIT Makassar Kerja Sama Strategis dengan PT Solusi Intek Indonesia

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeq, Sp., yang berharap Gellu Toraya dapat menjadi ikon pariwisata budaya Toraja di masa depan.

Menurut mantan wakil Bupati Toraja periode 2019-2024 ini, bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Melalui acara ini, Komunitas Gellu Toraya berhasil mengangkat nilai-nilai budaya Toraja ke tingkat nasional, tidak hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai pondasi masa depan yang dapat mendorong pendidikan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan.