Rosita Desriani: Apresiasi dan Lomba Baca Puisi Kian Marak

Rosita Desriani
Rosita Desriani sementara membacakan puisi

Terkait kehadiran komunitas-komunitas sastra, Ita menilainya bagus. Hanya saja, komunitas-komunitas sastra yang sudah ada itu perlu dihidupkan. Sementara, terkait kegiatan pembacaan puisi atau lomba-lomba yang digelar selama ini, menurutnya, patut diapresiasi. Apalagi, pembacaan puisi dan lomba-lomba yang diadakan itu kian marak dan dalam berbagai tingkatan, mulai dari anak TK sampai orang dewasa.

Ita punya segudang pengalaman di bidang perpuisian. Dia pernah sebagai pelatih dan pendamping siswa SMP Pallangga dan Bontonompo Kabupaten Gowa untuk tulis dan baca puisi, tahun 2017-2019. Sebagai pemateri penulisan kreatif puisi pada Pengabdiaan kepada Masyarakat di Kabupaten Pinrang, tahun 2020. Pemateri Pelatihan Cipta dan Baca Puisi Lingkungan Hidup pada Kegiatan Pengabdiaan kepada Masyarakat UNM di Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar, tahun 2022. Juga Pemateri Menulis Kreatif Puisi dan Teknik Baca Puisi di UPT SMK Negeri 2 Gowa.

Masih ada lagi, sebagai Pemateri Workshop Apresiasi Puisi pada Inaugurasi Mahasiswa Prodi PGMII Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Alauddin, tahun 2023. Diundang oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Papua Barat untuk membaca puisi. Sebagai pembaca puisi pada Kongres Bahasa Indonesia ke-9 di Jakarta. Membacakan puisi pada acara HUT RI di rumah jabatan Bupati Selayar, juga saat perayaan Milad Mentan, Syahrul Yasin Limpo, dan membaca puisi bersama budayawan Setiawan Djodi.

BACA JUGA:  Forum Sastra Kepulauan, Ram Prapanca Antar Diskusi "Menghangat"

“Perlu upaya untuk memajukan sastra, khususnya puisi. Caranya, melalui pelatihan atau workshop pembacaan puisi, tentu dengan proses olah tubuh, olah rasa dan olah vokal,” imbuhnya.

Selain membaca dan terlibat dalam pelatihan penulisan puisi, Rosita Desriani juga sarat pengalaman menjadi juri. Dia merupakan Juri Puisi FLS2N Tingkat Kabupaten Gowa, tahun 2019. Bahkan Juri Puisi FLS2N Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di tahun yang sama. Dia juga Juri Puisi pada Makassar Bersyair se-Sulawesi Selatan, tahun 2019, Juri Puisi pada Olimpiade Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tingkat SMA se-Sulsel, tahun 2019-2022, dan Juri Cipta dan Baca Puisi tingkat Pelajar SMP/Sederajat se-Kabupaten Mamuju Tengah, tahun 2020.

Pengalaman lainnya, sebagai Juri Puisi pada Festival Budaya dan Bahasa Tingkat SD dan SMP kabupaten Gowa, tahun 2020, Juri Puisi pada Festival Budaya dan Bahasa Tingkat SD kabupaten Gowa, tahun 2022, dan Juri Seni pada Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Mamuju Sulawesi Barat, tahun 2019-2022. Selain itu, Juri Puisi pada Back to 1945 di Universitas Ciputra, tahun 2022, Juri Lomba Baca Puisi Tingkat SMP se- Sulawesi Selatan GALAKSI 2022 UIN Alaudin Makassar, dan Juri Lomba Baca Puisi dan Mendongeng pada Festival Budaya Nusantara (FBN) se-Kota Makassar, Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolaliddo, tahun 2023.

BACA JUGA:  Pegiat Literasi Desa Bontonyeleng, Bulukumba, Menjadikan Kebun Sebagai Ruang Alternatif Bersama

Di tahun 2023, Rosita Desriani tetap dipercaya jadi Juri Lomba Cipta Baca Puisi Tingkat SMP/Sederajat Sulsel pada GALAKSI UIN Alauddin Makassar. Pada tahun ini, dia sudah mengisi deretan kursi lomba sebagai juri. Antara lain, Juri Cipta Baca Puisi Pada HARMONI JBSI UNM, tahun 2024, Juri Lomba Baca Puisi dan Pidato pada Festival Budaya Nusantara Ke-10 Tingkat SD se-Kota Makassar dan sekitarnya , Sekolah Islam Athirah Kajalaliddo, tahun 2024, dan Juri Lomba Puisi pada HUT ke 44 Yayasan Kemala Bhayangkari  Sulsel, tahun 2024.

Anaknya, Nufah Maretzha Multazimah, ternyata mewarisi bakat ibunya. Dia misalnya, pernah menyabet Juara 1 Lomba Baca Puisi Makassar pada Festival Tunas Bahasa Ibu Kabupaten Gowa dan Juara 1 Lomba Baca Puisi Bahasa Makassar pada Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Sulawesi Selatan, tahun 2022.

“Alhamdulillah, Yezha pernah menghadiri acara puncak Festival Bahasa Ibu Nasional di Jakarta pada 12-16 Februari 2023 di Jakarta,” kata Ita tentang anaknya itu, penuh syukur. (*)