Dari Ajang Gau Maraja Maros Campbell Macknight: Secara Teoretis Teknik Penggalian Artefak Tepat

Campbell Macknight menyebutkan, juga Fred McCarthy seorang arkeolog dari Australia datang belajar dan menggali pada banyak situs, namun hasilnya tidak banyak yang dipublikasikan.

“Kami mengetahui banyak penggalian pada tahun 1977 secara rinci seorang wanita Inggris telah ditugaskan oleh pemerintah kolonial untuk menulis sebuah buku perjalanannya ke Sulawesi untuk mengamati pekerjaan arkeologi. Catatannya tentang konteks intelektual penelitian tersebut sangat terbuka informasi yang lebih rinci tersedia di buku harian Fred McCarthy mengenai pengalamannya, baik di Watampone maupun di liang Citta (Soppeng),” ungkap Profesor Emeritus dari Australian National University tersebut.

Konferensi Internasional Gau Maraja Leang-Leang tersebut diawali oleh penyampaian “Keynote Speaker” dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon dipandu Prof.Dr.Andi Muhammad Akhmar, sekaligus membuka kegiatan itu. Turut memberikan sambutan sebelum pembukaan konferensi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas Prof.Dr.Andi Muhammad Akhmar, Ketua Perkumpulan Wija La Patau Matanna Tika (Perwira LPMT) Muh.Sapri Pamulu, Ph.D., Bupati Maros AS Chaidir Syam, dan Gubernur Sulsel diwakili Wagub Fatmawati.

Setelah rehat kopi, Prof. Adam Brumm (Griffith University, Australia) menyampaikan presentasi kunci kedua. Selain Campbell, pada Panel 1 juga tampil Dr.Herry Jogaswara, M.A. (Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra Badan Riset dan Inovasi Nasional — OR ABASTRA BRIN) dan Dr.Stephen C.Druce (Universitas Brunei Darussalam) dipandu moderator Prof. Nurul Ilmi Idrus, Ph.D.

BACA JUGA:  Emas Soekarno di Bank Swiss Terungkap !

Pada panel 2 tampil Dr. Noel Hidalgo Tan, Prof.Dr.Akin Duli, M.A. (Unhas), dan Prof.Dr. Zulkarnain Ramli (Universiti Kebangsaan Malaysia) dipandu moderator Dr. Yadi Mulyadi S.S.,M.A.
Pada hari kedua konferensi Sabtu (5/7/2025) sesi pertama akan tampil Menteri Pertanian Dr.Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, dipandu Prof.Dr. Ir. Yusran Yusuf, M.Si. IPU.

Panel 3 menampilkan Prof.Dr.R.Cecep Eka Permana (UI), Dr.M.Irfan Mahmud, S.S.,M.Si. (BRIN), dan Prof.Dr. Ir.Halimah Larekeng (Unhas) dipandu Dr. Supriadi, S.S.,M.A.

Panel 4: Adhi Agus Oktaviana, Ph.D. (BRIN), Dr.Hasanuddin, M.Hum (BRIN), dan Dr.Muhammad Nur, M.A. (Unhas) dipandu Drs.Muhammad Ramli. Panel 5: Prof.Dr.Eng Adi Maulana S.T.M.Phil (Unhas), Dedy Irfan Bachri, S.T. (General Manager UNESCO Global Geopark), dan Achmad Mahendra N.Tr.A.P. (Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI) dipandu Lory Hendra Jaya, S.I.Kom.

Sesi presentasi terakhir disampaikan Prof.Dr. Ismunandar (Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI) dengan topik “Leang-Leang Goes to World Heritage”. (mda).