“Proses pembuatan paving block dimulai dari pemilahan, pembersihan dengan pencucian lalu pejemuran hingga sampah benar-benar kering. Setelah itu, pemanasan oli dan plastik hingga mencair, lalu yang terakhir penambahan pasir dan pencetakan paving block,” tandasnya.
Sementara itu, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S, M.Hum, selaku Dosen Pengampu KKN Jeneponto 3, berharap inovasi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pengelolaan sampah plastik untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Ecobrick paving block dari sampah plastik memiliki keunggulan mengurangi penumpukan sampah dan dapat mengurangi potensi penyakit yang dapat timbul akibatnya sehingga menjadi salah satu upaya pelestarian lingkungan,” simpulnya.












