banner 728x90

Prof Unifah Ungkap Sembilan Trends Perubahan dalam Pendidikan Abad ke-21

  • Bagikan

NusantaraInsight, Soppeng — Menjalani abad ke-21 saat ini minimal ada sembilan trends perubahan dalam dunia pendidikan. Adapun sembilan kecendrungan perubahan itu adalah; waktu dan tempat belajar telah dan akan terus berubah.

Kegiatan belajar semakin personal tidak hanya tergantung pada guru. Kebebasan peserta didik dalam memilih kompetensi dan keahlian.

Pembelajaran tematik berbasis proyek, pemecahan masalah, dan tidak berbasis teori. Pembelajaran melalui pengalaman langsung, secara praktis, aplikatif dan dirasakan langsung manfaatnya.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, saat membawakan makalah berjudul, Peluang dan Tantangan Guru di Era Masyarakat 5.0: Teknologi Digital dan Kecerdasan Artificial, pada Seminar Nasional Porda V PGRI Provinsi Sulsel di Soppeng, 24 Juli 2023.

Dijelaskan, fungsi guru profesional dalam pendidikan abad ke-21 juga mengalami perubahan. Beberapa perubahan dirasakan pada perubahan peran fungsi pendidik berubah dari pengajar menjadi pengelola belajar siswa mulai dari menjadi mentor, fasilitator, pembangkit minat, hingga mengecek dan remedial, katanya.

Perubahan juga dirasakan pada sosok guru fasilitator pendidik, sebaiknya memfasilitasi dan mendorong peserta didik untuk mencoba dan menemukan sendiri kecakapan yang ingin mereka pelajari, tandasnya.

BACA JUGA:  Sastra Indonesia FIB Unhas Raih Akreditasi Unggul

Hal sama pada student centre yakni proses pendidikan akan berubah dari proses pembelajaran yang terpusat pada guru (teacher-centred learning) menjadi proses yang terpusat pada peserta didik (student-centred learning), katanya.

Menghasilkan manusia produktif abad ke-21 sosok guru profesional yang di harapkan adalah sumberdaya, yaitu mampu mengalokasikan ruang dan waktu, sumber dana, sarana-prasarana, dan sumberdaya manusia, ungkapnya.

Selain itu kompetensi interpersonal, yaitu bekerja dalam tim, mengajarkan orang lain, memberikan layanan konsumen, memimpin dan menggerakkan orang lain, bernegosiasi, serta mampu bekerja dengan orang lain yang berbeda latar belakang budaya, katanya

Juga seorang guru profesiobal dalam mengelola informasi, yaitu mengumpulkan dan menjaring, mengorganisasikan, memelihara, menganalisis, serta mengkomunikasikan data dan informasi menggunakan teknologi digital, tandasnya.

Seminar nasional kali ini mengusung tema, Peluang dan Tantangan Guru di Era Masyarakat 5.0: Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial.

Nara sumber lainnya di antaranya; Ketua PGRI Provinsi Sulsel, Prof Dr Hasnawi Haris, M.Hum; Wakil Sekretaris Umum PGRI Sulsel, Dr.Abdi, S.Pd, M.Pd, kata Guru Besar Administrasi Publik Unismuh Makassar

  • Bagikan