PKM Nasional ADPERTISI Strategi Manajemen Wujudkan Kemandirian Lokal dan Ketahanan Pangan Nasional di Kelurahan Hasanuddin Maros

Materi kedua adalah, Strategi Manajemen Pemasaran dalam mewujudkan Kemandirian Lokal dan Ketahanan pangan Nasional dengan Pemateri : Adrianah, S.Pd.,M.Pd, Yusra Nginang, S.Pd.,M.Pd, Nur Apriyani, S.Hi.,M.Pd.

Materi ketiga adalah, Strategi manajemen Keuangan dalam mewujudkan Kemandirian Lokal dan Ketahanan pangan Nasional. Dengan Pemateri : Asniwati, S.E.,M.Si, Rukmana Sari, S.E.,M.M, Dr. Erniyati Caronge.S.Pd.,M.Si.

Pemateri Dr.H.Syahrir SE, MM pada pemaparannya menegaskan, secara keseluruhan, strategi manajemen SDM yang terarah dan berkelanjutan memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memperkuat ketahanan pangan di suatu wilayah. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, manajemen SDM dapat menjadi kunci.

Ditambahkan, strategi manajemen pemasaran efektif dapat menjadi kunci dalam memajukan kemandirian lokal dan ketahanan pangan nasional. Dengan pendekatan yang tepat, termasuk identifikasi pasar, promosi produk, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, dapat meningkatkan daya saing produk pangan lokal di pasar domestik serta mengurangi ketergantungan pada impor pangan, kata Wakil Ketua 1 STIMI YAPMI Makassar ini.

Manajemen keuangan yang efektif sangat penting mencapai kemandirian lokal dan ketahanan pangan nasional. Dengan pengelolaan dana yang efisien dan diversifikasi sumber pendanaan, stabilitas ekonomi daerah dapat ditingkatkan.

BACA JUGA:  Kontingen Gowa Versus Pangkep di Final Sepak Takraw Porseni PGRI

Kemandirian lokal mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan resilien terhadap krisis melalui peningkatan infrastruktur, pelatihan petani, dan teknologi modern, tandas doktor manajemen Pascasarjana UMI Makassar ini.

Ketahanan pangan mencakup ketersediaan, akses, stabilitas, dan penggunaan pangan yang memadai. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal sangat penting untuk mencapai tujuan ini.

Antusias peserta pengdian mengikuti materi tergambar banyak peserta melontarkan pertanyaan, ada beberapa peserta mengajukan pertanyaan diluar dari tema Kelompok 17, diantaranya pertanyaan nepotisme dalam perekrutan staf atau pegawai di Bandara Hasanuddin.

Selain pertanyaan tersebut ada juga warga yang meminta agar Pemda Maros memfasilitasi pelatihan langsung secara berkala yang berkaitan dengan kemandirian lokal. ***