Pemasangan Convex Mirror untuk Safe Corner di Pertemuan Jalan Desa Tukamasea Maros

NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Gelombang 114 melaksanakan kegiatan pemasangan convex mirror (Kaca Cembung) di salah satu titik rawan kecelakaan di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, pada Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN dalam bidang keselamatan lalu lintas dan infrastruktur desa.

Pemasangan kaca cembung dilakukan di pertemuan jalan sempit yang memiliki visibilitas terbatas, terutama saat kendaraan hendak berbelok.

Titik tersebut kerap menjadi lokasi membahayakan bagi pengendara motor dan mobil karena tertutup oleh dinding dan tumbuhan di tikungan.

Dengan adanya kaca cembung, diharapkan pengendara dari dua arah yang berlawanan dapat saling melihat dan menghindari tabrakan.

Program kerja ini dikoordinatori oleh Muhammad Fadhil Sofyan mahasiswa Teknik Sipil yang memimpin proses survei lokasi, penggalian pondasi tiang, hingga pemasangan kaca cembung menggunakan material penunjang seperti semen, kerikil, dan pasir.

Seperti disampaikan kepada NusantaraInsight.com, Rabu (13/8/2025) melalui rilis pers.

Menurutnya, pemasangan dilakukan secara gotong-royong bersama warga dan disaksikan oleh aparat desa setempat.

BACA JUGA:  Suherman Berharap Anaknya Selesai Studi Tepat Waktu

“Kami berharap kaca cembung ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya tertib dan aman berlalu lintas, terutama di lingkungan perdesaan,” ungkap Muhammad Fadhil Sofyan, sebagai pelaksana dari program kerja ini.

Warga menyambut baik program ini dan menyampaikan bahwa sebelumnya telah terjadi beberapa insiden kecil di titik tersebut akibat keterbatasan pandangan.

“Kaca ini sangat membantu. Sekarang kita bisa lihat kendaraan dari arah berlawanan, jadi lebih aman,” salah seorang warga.

Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN UNHAS di Desa Tukamasea, yang memadukan pendekatan teknis dengan pemberdayaan masyarakat dalam bidang keselamatan. Mahasiswa berharap inisiatif ini dapat dijaga bersama, dan jika memungkinkan, direplikasi di titik-titik rawan lainnya di desa.