Metode Pappasang: Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Menggema di KKG Kecamatan Lau

Ketua KKG Kecamatan Lau, Abdul Rahman, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap materi yang disajikan. Ia menyebut bahwa inovasi ini bukan hanya menarik, tetapi juga menjawab kebutuhan riil dunia pendidikan saat ini.

“Materi yang disampaikan sangat inovatif dan relevan. Kami berharap para guru dapat mengimplementasikan Metode Pappasang ini di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pengawas bina Kecamatan Lau, H. Mansyur, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan keyakinannya terhadap potensi besar metode ini dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran Metode Pappasang menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal di Kabupaten Maros. Menurutnya, jika diimplementasikan secara konsisten, nilai-nilai tersebut tidak hanya hidup dalam proses pembelajaran, tetapi juga akan membentuk budaya sekolah yang selaras dan tetap relevan dengan amanah kurikulum.

Di akhir kegiatan, Badaruddin menyampaikan harapannya agar Metode Pappasang tidak berhenti di Kecamatan Lau saja, tetapi dapat terus berkembang dan tersosialisasi secara luas di seluruh Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros.

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Serentak Gelar Lomba HGN 2024

Di tengah arus globalisasi yang kerap menggerus nilai-nilai lokal, Metode Pappasang hadir bukan sekadar sebagai strategi pembelajaran, melainkan sebagai gerakan kultural—menghidupkan kembali suara leluhur dalam ruang-ruang kelas, agar pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membumikan nilai dan membentuk karakter.