Tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah tantangan modernisasi serta mendorong diskusi lebih lanjut tentang peran budaya dalam membentuk karakter generasi masa depan.
Selanjutnya Salma Samrah, mengangkat “Simbolisasi Makna dan Konteks Cerita Rakyat Bugis” dalam presentasi tugas akhir magangnya.
Dalam tulisannya, Salma mendalami berbagai cerita rakyat suku Bugis, mengeksplorasi simbol-simbol yang terdapat dalam narasi tersebut dan cermin simbol-simbol beserta nilai-nilai sosial, moral, dan budaya masyarakat.
Melalui analisis mendalam, Salma mengidentifikasi berbagai elemen simbolis, seperti karakter, lokasi, dan konflik dalam cerita rakyat yang memiliki makna mendalam. Dia menjelaskan bahwa setiap cerita tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan penting mengenai kehidupan, seperti keberanian, kebijaksanaan, dan hubungan antar manusia.
Salma juga menyoroti konteks sejarah dan budaya yang melatarbelakangi cerita-cerita tersebut, menunjukkan bagaimana cerita rakyat berfungsi sebagai wahana untuk menjaga dan mentransmisikan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi.
Nur Aisyah, mahasiswa Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, membahas tema “Puisi Wanita Laparku di Makassar” dengan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam presentasi tugas akhir magangnya.
Dalam analisisnya, Nur Aisyah menggali makna mendalam dari puisi tersebut, fokusnya pada simbol-simbol yang digunakan dalam puisi mencerminkan pengalaman dan perjuangan wanita di Makassar. Dengan menggunakan konsep tanda dan mitos Barthes, Icha menunjukkan bahwa puisi ini tidak hanya berbicara tentang kelaparan fisik, tetapi juga kelaparan akan pengakuan, cinta, dan identitas.
Melalui pendekatan ini, Nur Aisyah berusaha untuk menggugah kesadaran akan isu-isu sosial yang dihadapi wanita di masyarakat, serta menekankan pentingnya puisi sebagai medium ekspresi yang kaya kearifan.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, M.Ag., memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan magang yang dilaksanakan oleh mahasiswa Departemen Sastra Daerah Universitas Hasanuddin.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara akademisi dan lembaga kebudayaan.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam mendokumentasikan dan melestarikan bahasa serta budaya daerah. Presentasi tugas akhir mereka menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pelestarian warisan budaya lokal,” ujarnya.












