Mahasiswa KKN Unhas di Desa Alesilurungnge Membuat Hidroponik Sederhana dari Botol Bekas

NusantaraInsight, Wajo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pembuatan Hidroponik Sederhana Dari Botol Bekas di Desa Alesilurungnge, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Ini disampaikan Farah Herdiana kepada NusantaraInsight.com, melalui rilis pers, Kamis (14/8/2025).

Menurut Farah, kegiatan ini bertujuan memanfaatkan barang bekas sekaligus menyediakan sarana budidaya tanaman yang efisien di lahan terbatas.

Ia menceritakan bahwa persiapan dimulai pada 23 Juli dan selesai pada 13 Agustus 2025 dan telah mendapatkan persetujuan dari Dosen pembimbing Aqilah Nurul Khaerani Latif, S.E., M.Par.

Ia menjelaskan proses pembuatan seluruh instalasi dilakukan di posko KKN bersama teman-teman se-posko, mulai dari pemilihan dan pembersihan botol, pembuatan lubang tanam di bagian samping botol, pemasangan sumbu, pengisian media tanam, hingga peracikan larutan nutrisi.

Sistem yang digunakan adalah sistem sumbu tanpa sirkulasi, yang dinilai sederhana dan mudah diaplikasikan. Media tanam yang dipakai berupa rockwool, sedangkan nutrisi disiapkan dengan takaran yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Bibit tanaman yang digunakan adalah jenis sayuran daun seperti kangkung, dan sawi hijau. Setelah seluruh rangkaian instalasi selesai, hidroponik ditempatkan di halaman Kantor Desa Alesilurungnge sebagai contoh pemanfaatan barang bekas menjadi sarana bercocok tanam yang produktif.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas Kembangkan Teknik Pertanian Organik di P. Persatuan Sinjai 

Salah satu warga mengatakan, “Ide ini sederhana tapi bermanfaat. Kami bisa menanam sayur tanpa harus punya kebun luas.”

Farah Herdiana menyampaikan, “Saya berharap hidroponik ini bisa menjadi inspirasi warga untuk memanfaatkan barang bekas sekaligus memenuhi kebutuhan sayur segar di rumah.”

“Selain membantu penyediaan sayuran segar, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan dan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pelestarian lingkungan di desa,” pungkasnya.