Mahasiswa Asal China Kunjungi Rammang-Rammang

Mereka ini memperoleh Mata Kuliah ‘Keterampilan Berbahasa Indonesia” dari Dr.Indriati Lewa, M.Hum, Dra. Haryeni, M.Hum, Dra. St Nursa’adah, M.Hum, Dra. Muslimat, M.Hum, A.Merling, S.S.,M.Hum, dan Syahwan Alfianto Amir, S.S.,M.Hum.

Setelah melaksanakan kegiatan berupa kerajinan hasil daur ulang sampah, rombongan Mahasiswa China bersama para dosen pendamping dan juga staf Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas menggunakan tiga sampan bermotor menuju Kampung Berua yang menjadi pusat objek wisata kars Ramang-Ramang. Berjalan di atas jembatan kayu sepanjang ratusan meter yang dibangun di pematang empang warga, para mahasiswa menuju bangunan di atas bebatuan kars di daerah ketinggian.

Wartawan media ini melaporkan, bertepatan dengan hujan mengguyur Objek Wisata Kars Ramang-Ramang ini, rombongan sudah bernaung di sebuah bangunan milik warga setempat yang juga menawarkan kelapa muda. Iwan Dento dalam keterangannya kepada media mengatakan, kawasan kars Ramang-Ramang ini meliputi areal seluas 400 hektare Iwan Dento sendiri sejak tahun 2007 sudah mulai aktif dalam kegiatan menyelamatkan objek wisata kars tersebut.

BACA JUGA:  Workshop Penulisan Ilmiah Tingkatkan Kapasitas Dosen Muda UIN Alauddin Makassar

“Namun pada tahun 2017 saya secara intens berada dan aktif di lokasi Dermaga II Ramang-Ramang ini,” ujar Iwan Dento ditemui di depan galerinya.

Setelah sekitar satu jam berada di Kampung Berua, rombongan menggunakan sampan bermotor yang sama kembali ke Galeri Iwan Dento yang berada di Dermaga II Ramang-Ramang Maros. Sekitar pukul 15.00 Wita rombongan meninggalkan objek wisata kars kedua di dunia itu, setelah China. (mda).