“Kalau perlu, kita ‘demoi’ kalau ada guru yang sedang menjalankan tugas lalu dipermasalahkan secara hukum,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
Bernada berseloroh, Bupati juga menyebut dirinya sebagai “Gurunya Guru di Bulukumba.”
“Saya adalah pembina Kepala Dinas Pendidikan, dan Kadisdik adalah pembina guru. Jadi secara hierarki, saya ini gurunya guru,” ujarnya disambut riuh hadirin.
Menutup sambutannya, Bupati berbagi kisah ringan masa sekolahnya untuk mencairkan suasana, sembari mengingatkan para guru agar terus menjadi teladan bagi peserta didik dalam sikap, integritas, dan dedikasi.
Melalui konferensi kerja ini, PGRI Bulukumba menegaskan tekadnya untuk melaksanakan program kerja lima tahun ke depan dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan, perlindungan hukum, serta penguatan profesionalisme guru di era digital.
Konferensi ini sekaligus menjadi tonggak awal penguatan peran PGRI Bulukumba sebagai garda terdepan dalam menjaga martabat dan eksistensi profesi guru di Kabupaten Bulukumba.***












