“Mengapa mereka pada saat masih hidup dan menjalin asmara, tidak direstui oleh keluarganya?” Sri penasaran, saat bertanya pada pemandu wisata Londa.
Pemandu pun menjelaskan bahwa keduanya tidak direstui oleh keluarganya karena mereka masih merupakan sepupu satu kali. Itu yang jadi alasan, mengapa mereka tidak dapat restu dari pihak keluarga walaupun keduanya saling cinta.
Akhirnya, sepasang kekasih itu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri bersama. Mereka ditemukan sudah menjadi mayat. Maka mayat mereka pun disatukan dalam satu peti lalu disimpan di goa Londa.
Peti-peti jenazah di Londa sudah sangat lama sehingga dimakan usia, termasuk peti jenazah sepasang kekasih tersebut. Keadaan peti yang sudah hancur mengakibatkan tulang belulang mereka hanya disimpan di tanah saja. Kisah sepasang kekasih ini ada yang menyamakannya dengan kisah Romeo dan Juliet versi Toraja.
Kunjungan ke Goa Londa, pada Desember 2023 itu sangat berkesan karena sarat nuansa budaya lokal. Hal itu yang membuat Hasna, Haslinda dan Sri Wahyuni menjadikannya kajian untuk mata kuliah Kreativitas dan Literasi Digital. Dosen pengampu mata kuliah ini adalah Dr Sumarlin Rengko HR, SS, M.Hum, akademisi yang juga aktif di beberapa kelompok literasi. (*)












