ITB Beri Pelatihan Serat Nanas: Dari Sampah Terabaikan menjadi Peluang Ekonomi Kreatif di Kabupaten Ketapang

Materi yang disampaikan mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya literasi budaya dan kreativitas dalam memproduksi kerajinan tangan. Tanpa literasi budaya dan kreativitas, produk yang dihasilkan akan monoton dan tidak dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Pendampingan di Ketapang menunjukkan tantangan utama bukan terletak pada ketiadaan sumber daya, melainkan pada ketiadaan pengetahuan yang menghubungkan produk dan pasar. Ketika masyarakat memahami karakter nanas, teknik pengolahan nanas, serta potensi produk hasil serat nanas, masyarakat Ketapang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada satu jenis komoditas atau satu jenis kerajinan. Masyarakat mulai memiliki pilihan.

Keberadaan daun nanas yang dapat diolah menjadi serat telah menawarkan sesuatu yang lebih substansial kepada masyarakat, yakni pemahaman bahwa masyarakat Ketapang dapat menjadi produsen kerajinan tangan bernilai budaya, bukan sekadar pemasok bahan mentah atau menyisakan limbah pertanian. Oleh karena itu, limbah dan sampah tidak lagi dilihat sebagai beban. Limbah berubah menjadi bahan baku pengetahuan, kreativitas, dan masa depan ekonomi di Kabupaten Ketapang.

BACA JUGA:  Rektor Lepas "Unhas Peduli Banjir" Sulsel & Kota Makassar