“Sebelum mengikuti kegiatan ini, saya sudah sering menggunakan ChatGPT untuk membantu pekerjaan saya sebagai guru. Namun setelah pelatihan, saya mendapat wawasan baru dan dikenalkan pada berbagai aplikasi AI lain yang bisa mendukung pembelajaran,” tutur Muhammad Fadil Ilham, guru MAN Insan Cendekia Gowa.
Sementara itu, Said, guru MAS Madani Alauddin, mengapresiasi materi dan pemateri yang dinilai inspiratif. “Acaranya menarik dan penuh edukasi, dengan pemateri yang hebat. Terima kasih atas ilmunya,” ujarnya. Senada dengan itu, Meriam Copdasari, guru MTs Muhammadiyah Takwa, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi guru.
Guru MAN Gowa lainnya, Nuzul Haq, menilai kegiatan ini membuka ruang bagi pendidik untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. “Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kami untuk terus belajar dan berbagi. Semoga ada kelas lanjutan agar kami bisa semakin cakap digital,” ujarnya.
Program AI Goes To School sendiri merupakan inisiatif nasional Mafindo yang menargetkan pendampingan bagi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Didukung oleh mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), program ini menjadi wujud komitmen Mafindo dalam memperkuat literasi digital dan menciptakan ekosistem pendidikan yang cerdas, etis, serta tangguh di era kecerdasan buatan.












