FIB Unhas Gandeng Penulis pada Kelas Praktisi Mengajar

Pammuda, yang juga pengampu Mata Kuliah Kemahiran Menulis Bahasa Bugis-Makassar, pada awal perkenalan, menyampaikan bahwa dia pernah menghadiri peluncuran dan diskusi buku kumpulan puisi “Mantra Cinta” karya Rusdin Tompo. Karena itu, dia meminta mahasiswa memanfaatkan kelas praktisi mengajar ini dengan baik untuk memperoleh pengalaman proses kreatif menulis.

Rusdin Tompo lalu menjadikan buku “Mantra Cinta” itu sebagai contoh, proses kreatif dan pendokumentasian karya. Dia juga mencontohkan pentingnya mahasiswa FIB merawat nilai budaya dan kearifan lokal Sulawesi Selatan, dengan bercerita tentang peoses di balik lahirnya puisi “Panggil Aku Daeng” yang dibuat tahun 2017.

Seorang mahasiswa mengungkapkan pengalamannya menulis di buku diary dan puluhan puisi. Namun tulisan dan puisi-puisinya tidak berjejak lagi karena tidak dibukukan.

Di akhir pertemuan, mahasiswa menyampaikan kesannya. Ada yang mengatakan bahwa mereka mendapatkan motivasi untuk berani menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan, sesederhana apapun itu. Ada pula yang mengemukakan, bahkan mereka mendapat materi parenting berdasarkan pengalaman interaksi Rusdin Tompo dengan anak-anak sebagai pegiat Sekolah Ramah Anak. (*)

BACA JUGA:  Tim Peneliti UNM Ujicoba Media Pembelajaran Virtual Reality Berbasis VR di SMPN 18 Makassar