NusantaraInsight, Takalar — Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA 3 Negeri Takalar pada hari Rabu, 14 Mei 2025.
Bentuk pengabdian yang dilakukan adalah Pelatihan Metode Dramatic Reading untuk meningkatkan Role Playing Siswa di SMA Negeri 3 Takalar.
“Pengabdian ini bertujuan meningkatkan minat siswa terhadap dunia akting. Perlunya keahlian akting bagi anak sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja yang penuh dengan persaingan dan keunggulan,” kata Asis Nojeng salah satu Ketua Pengabdi dari kegiatan Pengabdian Terpadu UNM kepada media, Minggu (25/5/2025).
Selain itu, tujuan lain dari pengabdian ini adalah mengajak siswa untuk memahami, dan memerankan teks secara interaktif dengan mendialogkan teks dengan memerankan tokoh, sehingga dapat membuat aktivitas literasi lebih menarik dan bermakna.
Nojeng demikian akrabnya disapa, melanjutkan bahwa untuk melakukan pengabdian tidak sendiri, dia bersama tim pengabdi, yakni ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Abdul Haliq, M. Pd.,dan Asri Ismail, S.Pd, M.Pd.
Sementara itu, Ilham, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Takalar menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 3 Takalar memberi bekal ilmu yang jarang didapatkan oleh siswa.
“Saya kira program pengabdian ini bagi kami tentu saja sangat bermanfaat terkait peningkatan kapasitas dari Siswa dalam hal keahlian seni dan bersaing untuk masuk di Universitas Negeri Makassar,” ucapnya.
Ia berharap agar para siswa yang mengikuti dramatic reading dapat belajar dengan serius, sehingga dapat menjadi bekal ilmu tambahan bagi pengembangan mereka.
Siswa yang ikut sebagai peserta pengabdian sangat antusias saat melakukan dramatic reading meskipun di awalnya malu tapi kemudian bersemangat membacakan teks dengan dramatis di kelas ini.
Aulia, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, “Saya senang dengan mengikuti pelatihan ini, saya bisa memahami bacaan dengan imajinasi dan menambah keinginan saya untuk membaca tulisan-tulisan baik buku, cerpen, dan naskah teater.”
Metode dramatic reading memungkinkan siswa membaca teks dengan ekspresi, intonasi, dan penjiwaan yang lebih mendalam sehingga mereka tidak hanya membaca secara pasif, tetapi juga memahami dan merasakan makna dari setiap kata yang mereka ucapkan.
Dengan pendekatan ini, proses role playing menjadi lebih menarik dan menyenangkan, sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum serta meningkatkan apresiasi terhadap karya-karya yang diungkapkan melalui teks.












