Wahyuddin Hakim Bahas Pendidikan Karakter dan Kurikulum Cinta
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum., membahas pappaseng dari perspektif pendidikan.
Wahyuddin menekankan pentingnya membentuk generasi penerus yang memiliki karakter baik melalui proses pendidikan.
Menurutnya, pendidik mempunyai peran penting dalam membangun kepribadian siswa melalui pembelajaran dan keteladanan.
Ia juga mengaitkan nilai-nilai pappaseng dengan Kurikulum Cinta, yang menekankan kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama dalam dunia pendidikan.
Nilai silaturahim dan hubungan sosial yang baik dinilai sejalan dengan upaya membentuk peserta didik yang memiliki akhlak serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dekan Fakultas Sastra UMI Kupas Warisan Sastra Bugis
Dekan Fakultas Sastra UMI Makassar, Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd., membahas pappaseng dari perspektif kesusastraan.
Dalam kajian sastra, pappaseng merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Bugis yang menyimpan nilai moral, filosofi kehidupan, dan pandangan masyarakat mengenai hubungan antarmanusia.
Ungkapan yang disampaikan Prof. Andis pada pembukaan dialog memperlihatkan bagaimana bahasa simbolik dan perumpamaan digunakan untuk menyampaikan pesan kehidupan.
Perumpamaan mata jarum menggambarkan bahwa perhatian sekecil apa pun dapat memiliki makna besar dan dikenang sepanjang kehidupan.
Pembahasan dari perspektif sastra tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Pappaseng Jadi Sumber Pendidikan Karakter
Kehadiran tiga akademisi dari bidang kedokteran, pendidikan, dan sastra memberikan warna tersendiri dalam episode ke-19 Pappaseng ri Elompugi.
Dari perspektif kedokteran, nilai-nilai pappaseng dapat menjadi bekal pembentukan karakter calon dokter.
Dari perspektif pendidikan, pesan leluhur berkaitan dengan pendidikan karakter dan penguatan nilai kemanusiaan.
Sementara dari perspektif sastra, pappaseng menjadi warisan budaya yang mengandung nilai kehidupan dan perlu terus dilestarikan.
Program yang digagas Prof. Andis tersebut menjadi salah satu ruang literasi budaya melalui TVRI Sulawesi Selatan.
Melalui dialog lintas disiplin ilmu, nilai-nilai luhur Bugis-Makassar diharapkan tetap dikenal dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Empat nilai yang disampaikan Prof. Suryani, yakni Mappaccing Ati, Mapaccing Lila, Mapaccing Watakkale, dan Mapaccing Pangkaukang, menjadi pengingat bahwa seorang calon dokter tidak cukup hanya memiliki kemampuan medis, tetapi juga harus menjaga hati, ucapan, kebersihan diri, dan perilakunya.












