Lebih lanjut, ia menyampaikan refleksi mendalam terkait peran Sekolah Rakyat sebagai ruang harapan bagi peserta didik.
“Di Sekolah Rakyat, istilah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ akan benar-benar nyata. Anak-anak kita yang mungkin pernah berada dalam kondisi yang sulit atau penuh keterbatasan, di sini kita bimbing, kita arahkan, agar mereka mampu bangkit dan menjemput masa depan yang lebih cerah. Sekolah ini menjadi jembatan menuju kesuksesan mereka,” tambahnya penuh optimisme.
Peringatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa, khususnya siswi, agar berani tampil, berpendapat, dan menunjukkan potensi diri. Semangat Kartini yang identik dengan keberanian, kecerdasan, dan keteguhan hati diharapkan mampu menginspirasi seluruh peserta didik dalam menjalani proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, SRMP 30 Sidenreng Rappang tidak hanya mengenang jasa R.A. Kartini, tetapi juga berupaya mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangannya dalam konteks pendidikan masa kini. Semangat perubahan, kesetaraan, dan harapan menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa semakin termotivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berani bermimpi besar. Dari ruang-ruang sederhana di Sekolah Rakyat, cahaya harapan itu terus dinyalakan membuktikan bahwa dari gelap, akan selalu ada jalan menuju terang.













