Adapun trayek yang dilalui bus sekolah gratis ini yakni Terminal Mallengkeri ke Karebosi, Terminal Daya ke Karebosi, Terminal Panakkukang ke Karebosi, Antang ke Karebosi, serta Terminal Daya ke Untia.
“Rincian, trayek Terminal Mallengkeri ke Karebosi melayani sebanyak 26 sekolah. Sementara trayek Terminal Daya ke Karebosi melayani 16 sekolah,” terangnya.
“Untuk trayek Terminal Panakkukang ke Karebosi melayani 12 sekolah, trayek Antang ke Karebosi melayani 20 sekolah, dan trayek Terminal Daya ke Untia melayani lima sekolah,” lanjutnya.
Jusman menerangkan, Bus sekolah gratis ini beroperasi pada pagi hari mulai pukul 06.00 WITA hingga 07.30 WITA untuk pengantaran siswa ke sekolah, dan pada siang hingga sore hari mulai pukul 14.00 WITA hingga 16.00 WITA untuk penjemputan.
Dia juga mengungkapkan, kehadiran bus sekolah gratis ini dilatarbelakangi keprihatinan pemerintah terhadap kondisi lalu lintas Kota Makassar yang semakin padat, terutama pada pagi hari.
Banyaknya siswa yang diantar orang tua menggunakan sepeda motor dinilai memiliki risiko keselamatan yang tinggi.
Menurut Jusman, dengan adanya layanan bus sekolah gratis, orang tua akan merasa lebih aman dan terbantu karena beban mengantar anak ke sekolah dapat berkurang. Pemerintah pun hadir memberikan fasilitas transportasi yang aman bagi pelajar.
“Sedikit atau banyak, bus sekolah ini sangat membantu orang tua. Namun kalau melihat kebutuhan, tentu masih sangat perlu ditambah,” akuinya.
Berdasarkan hasil survei Dishub Makassar, kebutuhan ideal layanan bus sekolah saat ini minimal mencakup delapan trayek untuk mengakomodasi wilayah utara, selatan, timur, dan barat Kota Makassar.
Beberapa wilayah di bagian selatan, seperti Jalan Nipa-Nipa hingga kawasan perbatasan Makassar–Maros, saat ini belum terlayani secara optimal.
Wilayah perkampungan atau hinterland Kota Makassar ini juga sangat membutuhkan layanan bus sekolah.
“Setiap pagi jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Makassar sangat tinggi, baik kendaraan orang tua yang mengantar anak sekolah maupun pekerja,” ungkap Jusman.
Ia menambahkan, tingginya mobilitas di pagi hari menunjukkan kebutuhan transportasi publik yang besar, tidak hanya untuk pelajar tetapi juga angkutan umum secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat layanan bus sekolah gratis sebagai solusi transportasi aman dan nyaman bagi pelajar.
Saat ini, Pemkot Makassar mengoperasikan armada bus sekolah yang melayani siswa hingga guru mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP secara gratis.
Sebagai orang yang bertanggungjawab membidangi angkutan. Jusman, mengatakan kelima armada tersebut melayani lima koridor utama di Kota Makassar dan beroperasi setiap hari sekolah. Tingginya animo masyarakat membuat tingkat pemanfaatan layanan ini sangat tinggi.
“Pemanfaatan bus sekolah gratis sangat tinggi. Hingga periode Januari sampai Oktober 2025, load factor (LF) mencapai 141 persen, artinya layanan ini sangat diminati,” ujar Jusman.
Menurut Jusman, penerapan teknologi pada bus sekolah sangat membantu pengelola, siswa, serta orang tua dalam memastikan kondisi perjalanan yang aman, baik saat naik maupun turun dari bus.
Ia merinci, pada Oktober 2025 rata-rata jumlah siswa yang diangkut mencapai 5.980 orang per bulan. Trayek dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Terminal Daya ke Karebosi, yang melayani 1.851 siswa.
Dari sisi kapasitas, total kursi yang tersedia pada lima trayek mencapai 131 kursi, ditambah 19 kursi dari satu unit bus baru. Dengan demikian, total kapasitas kursi bus sekolah yang dikelola Dishub Makassar kini mencapai 150 kursi dari enam unit bus.












