Bus Sekolah Gratis Pemkot Makassar Bertambah, Enam Armada Layani Pelajar SD & SMP

Dengan penguatan berbagai program pendidikan tersebut, Pemkot Makassar berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang belajar siswa secara baik.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Makassar yang terhambat pendidikannya hanya karena keterbatasan fasilitas. Semua ini adalah investasi untuk masa depan generasi muda Makassar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman, mengatakan bantuan bus tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2025.

Kota Makassar menjadi salah satu daerah penerima dari total 150 unit bus sekolah yang disalurkan secara nasional kepada pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya.

“Kota Makassar, mendapatkan satu unit bus sekolah bantuan dari Kementerian Perhubungan. Bus ini tipe sedang dengan kapasitas 19 kursi dan diperuntukkan bagi operasional angkutan siswa di Kota Makassar,” ujar Jusman, Minggu (15/12/2025), saat memantau dan menerima kunci bus tersebut.

Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa bus tersebut dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah dan dikhususkan untuk mendukung program Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:  SMAN 4 Maros Sabet Juara Tari Kreasi di Sulawesi Education & Techno Expo LLDIKTI Wilayah IX 2026

Dalam operasionalnya, Dishub Makassar juga diminta untuk melaporkan pemanfaatan bus tersebut setiap tiga bulan. Bus ini dikelola oleh Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah, sejalan dengan program pak Wali Kota (Pak Munafri) bus gratis membantu siswa sekolah, bisa membantu siswa kalangan masyarakat bawa,” tuturnya.

Terkait pola operasional, Jusman menuturkan bahwa bus bantuan tersebut akan dioperasikan dengan skema yang sama seperti layanan bus sekolah gratis yang sudah berjalan sebelumnya.

Dengan tambahan satu unit ini, jumlah armada bus sekolah gratis yang dikelola Dishub Makassar kini menjadi enam unit atau enam trayek.

“Kita akan evaluasi trayek yang sudah ada. Bisa jadi bus ini kita tempatkan pada trayek yang load factor-nya sudah di atas 100 persen, atau kita desain trayek baru sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Namun demikian, operasional penuh bus sekolah rakyat tersebut direncanakan mulai tahun depan, mengingat saat ini sudah memasuki masa libur sekolah.

Meski begitu, Dishub Makassar akan terlebih dahulu melakukan survei trayek untuk menentukan penempatan armada yang paling efektif.

BACA JUGA:  K3S Kecamatan Manggala Makassar Dorong Kepala Sekolah Tingkatkan Inovasi

“Kalau arahan pimpinan menggunakan trayek lama, kita bisa langsung bundling dengan bus sekolah gratis sebelumnya. Tapi tetap akan kita sesuaikan dengan kebutuhan,” tambahnya.

Mengenai sasaran pengguna, Jusman menyebutkan bahwa pihaknya masih akan mengkaji apakah bus sekolah rakyat ini khusus melayani siswa dari sekolah rakyat atau juga dapat dimanfaatkan oleh siswa umum.

Namun pada prinsipnya, bus tersebut ditujukan untuk membantu mobilitas anak-anak sekolah. Sementara itu, Jusman mengungkapkan tingginya animo masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis yang telah berjalan.

Saat ini, lima unit bus sekolah yang beroperasi kerap mengalami kelebihan penumpang.

“Antusias siswa sangat tinggi. Bahkan dalam operasional sehari-hari, jumlah penumpang sering melebihi kapasitas tempat duduk. Ini menandakan kebutuhan masyarakat sangat besar,” ungkapnya.

Dengan adanya tambahan armada dari Kementerian Perhubungan, Dishub Makassar berharap dapat mengurangi kepadatan penumpang serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan siswa dalam menggunakan layanan bus sekolah gratis.

Lebih lanjut, Jusman, menjelaskan bahwa rute kelima trayek atau jalur tersebut beroperasi setiap hari sekolah dengan lintasan yang berbeda-beda.