“Kita ingin mencari solusi atas program MBG. Dari dua yang sudah jalan, alhamdulillah lancar. Somoga di Makassar juga begitu,” terang Adi Wibowo.
M Amin Syam, S.Pd, Gr, Kepala UPT SPF SD Negeri Borong mengawal pelaksanaan uji coba MBG dengan model dapur sekolah ini sejak awal. Ia ingin memastikan semua tahapan berjalan sesuai rencana.
“Ketika tim datang untuk survei, saya langsung mengiyakan. Sebab saya yakin orangtua dan guru-guru akan berpartisipasi menyukseskan program ini,” tandas M Amin Syam.
Pukul 09.30 wita ompreng yang berisi menu MBG sudah diatur rapi di atas panggung.
Bu Rosmiaty, S.Pd.I memandu anak-anak melakukan simulasi. Mereka diarahkan untuk mengantre, lalu naik ke panggung mengambil jatah ompreng kemudian turun. Ada yang langsung kembali ke kelasnya, tetapi ada pula yang diarahkan untuk duduk lesehan di halaman sekolah beralaskan terpal dan karpet.
Makan di bawah rimbun ketapang kencana dalam suasana kebersamaan menjadi poin tersendiri dari kegiatan ini.
Ibnu, murid kelas 1B, merupakan anak pertama di SD Negeri Borong yang mengambil ompreng MBG-nya. Wajah anak-anak terlihat sumringah. Fatih, murid kelas 3A, mengaku senang dapat jatah MBG. Sebab tadi ke sekolah dia tidak sarapan karena telat bangun.












