NusantaraInsight, Toraja Utara — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di dalam kelas SD Negeri 2 Sanggalangi di salah satu desa di Toraja Utara saat kegiatan Apresiasi Literasi digelar pada 8 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam tiga lomba utama: cerdas mengulas buku, membuat cerita berbasis isi buku bacaan, dan membaca nyaring.
Sejak pagi, ruang kelas sudah ditata rapi. Meja dan kursi diatur agar siswa mudah bergerak, papan tulis diberi hiasan sederhana, dan di pojok kelas tersusun beberapa buku bacaan. Ada anak – anak yang terlihat berlatih membaca pelan-pelan, ada juga yang meninjau kembali cerita yang akan mereka bawakan.
Lomba dimulai dengan cerdas mengulas buku. Siswa maju satu per satu ke depan kelas, menceritakan isi buku yang mereka baca dengan bahasa sendiri. Mereka tidak hanya menyampaikan ringkasan cerita, tetapi juga mengungkapkan pendapat, pesan moral, dan alasan mengapa buku itu menarik. Guru dan penanggung jawab yang menjadi juri mencatat poin penting sambil sesekali tersenyum kagum.
Berlanjut ke lomba membuat cerita berbasis isi buku bacaan, kreativitas anak-anak benar-benar terlihat. Ada yang mengubah latar cerita menjadi suasana desa mereka, ada pula yang menambahkan tokoh baru yang lucu dan unik. Beberapa siswa bahkan memberi ilustrasi kecil di sudut kertas mereka untuk mempercantik cerita.
Suasana semakin seru saat lomba membaca nyaring dimulai. Anak-anak membaca buku pilihan mereka dengan suara lantang, intonasi yang tepat, dan ekspresi wajah yang hidup. Teman-teman sekelas yang duduk di bangku ikut menyimak dengan antusias, bahkan sesekali tertawa atau bertepuk tangan.
Para guru menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengasah keterampilan literasi siswa. Tujuan utama dari lomba ini adalah menumbuhkan minat baca sejak dini, melatih keberanian berbicara di depan umum, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta mendorong anak-anak untuk menuangkan ide kreatif dalam bentuk tulisan maupun lisan. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil dalam berkomunikasi dan berimajinasi.
Salah satu mahasiswa KKNT Literasi Universitas Hasanuddin (Geraldi Dwi Putra) yang menjadi koordinator kegiatan ini juga mengungkapkan kegembiraannya.
“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan lomba seperti ini, anak-anak bisa belajar sekaligus bermain, sehingga mereka merasa literasi itu bukan beban, tapi sesuatu yang seru dan bermanfaat,” ujarnya.