Suatu Hari dengan Tanri Abeng Manajer Profesional Pertama Indonesia

Penulis bersama Tanri Abeng
Penulis bersama Tanri Abeng (jas hitam)

Bidan Rini selaku tenaga kontrak yang bertugas di klinik bersama Mulidawati menjelaskan, klinik ini pertama kali beroperasi 16 Maret 2015 hingga 30 September 2018.

“Setelah itu, selama lima bulan klinik berhenti beroperasi,” ujar ibu tiga anak lepasan D-3 Sekolah Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Guna Insan Akademik (GIA) Makassar tersebut.

Sejak beroperasi 7 Maret 2019, hingga sekarang Klinik Indah sudah melayani 172 pasien, termasuk 44 orang yang dilayani pada hari pertama klinik dibuka kembali. Selama sebulan, klinik ini memberi layanan gratis kepada warga setempat. Namun menurut Dr.dr.Jumraini, S.Ked, Sp.N, Subsp, N.R.E. (K) yang juga Direktur Pelayanan Medik Klinik Indah, ke depan pelayanan gratis akan diberikan pada setiap hari Jumat.

“Tetapi kalau pun ada pembayaran, tidak memberatkan pasien,” ujarnya ketika menjelaskan pengelolaan klinik tersebut kepada Tanri Abeng.

Direktur Utama Klinik Indah Dr.Tammasse, M.Hum mengatakan, kehadiran klinik secara umum untuk memberikan layanan kepada masyarakat sekitarnya, terutama warga yang tidak mampu. Bahkan, ruang aula di klinik dan kapasits sampai 200 orang, dapat dimanfaatkan dengan kompensasi pembayaran biaya kebersihan.

BACA JUGA:  Hasil UFC 300: Cukup 1 Ronde, Alex Pereira KO Jamahal Hill

Menurut Bidan Rini, kunjungan Tanri Abeng ke klinik tersebut ketiga kalinya dilakukan sejak klinik pertama berdiri tahun 2014. Sementara Emil Abeng sudah sering berkunjung.
“Mungkin sudah tujuh kali,” perempuan 34 tahun ini ini menambahkan.
Itulah kenangan saya dengan Dr.Tammasse bersama Tanri Abeng, pria Sulawesi Selatan yang menjadi satu-satunya “manajer satu miliar” di Indonesia. (*).