Prof Aminuddin Salle Karaeng Patoto, Balla Barakkaka ri Galesong, dan Kepemimpinan Appaka Sulapak

BBrG pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 75 Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Berbagai seni budaya Makassar, seperti tarian, sastra lisan, dan kuliner tradisional kerap disajikan di sana.

Salah satu agenda rutin yang dihelat adalah Gaukang Karaeng Galesong yang dilaksanakan oleh masyarakat dan pemangku adat Karaeng Galesong.

Yang istimewa, tamu yang datang akan dijamu dengan umba-umba. Sungguh suatu kehormatan, ketika Prof Aminuddin Salle Karaeng Patoto sendiri menyuapkan umba-umba ke mulut saya, saat saya berada di BBrG menyaksikan prosesi tappu kana salah seorang kerabatnya.

Tappu kana merupakan tahapan dalam perkawinan adat Makassar, yang berarti musyawarah untuk mengambil keputusan.

Dalam tahap ini dibicarakan segala sesuatu terkait mas kawin, uang belanja, waktu dan tempat acara pernikahan, serta lainnya. Mereka yang datang hari itu mengenakan baju tradisional, diiringi gandrang (gendang) dan pui-pui (sejenis suling).

Di BBrG, kita bisa menjumpai bangunan-bangunan dengan arsitektur Makassar, yang tertata apik. Ada Balla Barakka sebagai rumah utama, dan Baruga Appaka Sulapak sebagai tempat musyawarah keluarga dan warga masyarakat.

BACA JUGA:  Ekspedisi K-Apel di Pangkep "Mengandung Bawang" (1)

Terdapat pula Barung-Barung sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian yang dahulu biasa digunakan juga untuk tempat tinggal para penggarap tanah, kebun, atau sawah. Selain itu, ada Balla-Balla Saukang, sebagai replika tempat istirahat para raja atau bangsawan Makassar.

Jika ke BBrG, dari kota Makassar jaraknya sekira 25 Km, sedangkan dari ibu kota Takalar hanya berjarak 10 Km.

Terdapat pintu gerbang sebagai petunjuk ke arah BBrG yang merupakan desa Pancasila dan Konstitusi itu. Prof Aminuddin Salle bersama Mahkamah Konstitusi (MK) RI, termasuk perintis pembentukan Desa Pancasila dan Konstitusi se-Indonesia.

Prof Mahfud MD (Ketua MK, periode 2008-2013), pernah berkunjung ke BBrG, dan diberi gelar Karaeng Tojeng, artinya benar, dapat dipercaya.

Kepemimpinan Appaka Sulapa

Saya menangkap kesan bahwa kehadiran Balla Barakkaka ri Galesong merupakan cara Prof Aminuddin Salle menjawab kegelisahaannya terhadap kampung halamannya, Galesong.

Dalam buku Permata-Permata dari Timur (2011), beliau mengatakan bahwa Galesong di masa lalu punya sejarah yang besar, tetapi sayang agak terabaikan.

BACA JUGA:  Wajah Tionghoa Makassar Dalam Cermin Kebhinekaan

Ini pula yang dikemukakan oleh peneliti sejarah Indonesia Timur, Amrullah Amir, Ph.D, dalam Seminar Tradisi dan Kebudayaan Menyusuri Jejak Sejarah Galesong, di BBrG, Sabtu, 7 Fabruari 2026.