Strategi Mengatasi Defisit Anggaran

Defisit anggaran
karya S La Radek. foto oleh Aks

Secara teori, kebijakan ekspansif ditempuh pada saat perekonomian dalam kondisi lesu. Dalam kondisi investasi swasta melemah, maka Pemerintah harus mengambil alih melemahnya peran swasta tersebut dengan meningkatkan belanjanya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara, defisit APBN dalam satu periode anggaran dibatasi tidak boleh melebihi 3 persen dari total PDB. Tujuan dari batasan defisit tersebut adalah untuk menjamin agar kebijakan ekspansif pemerintah tetap menjamin APBN tetap dalam kondisi sehat dan berkesinambungan. Oleh karena itu, dalam penyusunan APBN setiap tahunnya, pemerintah harus memastikan bahwa defisit APBN tetap terkendali di bawah batas ketentuan perundangan.

2.Kebijakan Fiskal Anggaran Seimbang
Adalah kebijakan fiskal yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan cara mengendalikan pembelanjaan dan pendapatan yang berimbang (sama-sama besar). Pemerintah mengendalikan jumlah pembelanjaan tidak boleh lebih besar dari pada jumlah pendapatan dan jumlah pendapatan juga tidak lebih besar dari pada jumlah penerimaan. Hal tersebut akan dapat menguntungkan bagi negara karena pemerintah tidak perlu hutang kepada pihak lain.

BACA JUGA:  Idealisme, Komersialisme dan Profesionalisme

Strategi Mengatasi

Strategi mengatasi defisit anggaran merupakan isu yang penting dalam pembahasan ekonomi, terutama ketika terjadi di Indonesia. Berdasarkan buku “Kebijakan Earmarking” karya Faishal Fadli, Vietha Devia, dan Ghozali Maski, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghadapi situasi ini (Laudia Tysara dalam Liputan 6 tanggal 29 Februari 2024), yaitu:

1. Meminjam atau Utang Uang
Pertama, pemerintah dapat mempertimbangkan untuk meminjam uang sebagai salah satu solusi dalam mengatasi defisit anggaran. Pinjaman dapat diperoleh baik dari bank dalam negeri maupun lembaga keuangan internasional. Contoh praktik yang bisa dilakukan adalah dengan menerbitkan obligasi atau surat berharga untuk memperoleh dana tambahan.

2. Menaikkan Pajak
Kedua, menaikkan pajak juga menjadi opsi yang dapat membantu mengatasi defisit anggaran. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa peningkatan pajak dapat menjadi solusi efektif, terutama rasio pajak masih rendah.

Sebagai contoh, pemerintah dapat meninjau ulang tarif pajak atas sektor-sektor tertentu untuk meningkatkan penerimaan pajak.

3. Pengurangan Biaya-Biaya
Ketiga, pengurangan biaya merupakan langkah lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi defisit anggaran. Pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap program-program yang tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak atau sektor riil.