“Permata Karya” Kembong Daeng

Ada banyak pesan leluhur dalam bahasa Makassar yang penting diaktulisasikan kembali kepada anak-anak, generasi Z, dan generasi Alpha, yang sudah banyak terpapar budaya global ini.

Memang harus ada upaya serius dan sungguh-sungguh ke arah itu, dalam bentuk kebijakan, dan terutama pembelajaran muatan lokal, sebagaimana sudah dipersiapkan buku referensinya oleh Prof. Dr. Kembong Daeng, M.Hum.

Saya menikmati proses penyuntingan buku ini, lantaran ada upaya penulis menampilkan sesuatu yang berbeda, yakni dengan memasukkan puisi ke dalam kisah dan pengalaman yang ditulisnya–semacam picture in picture di layar televisi.

Bukunya bergaya storytelling dengan sistematika yang disusun secara akrostik mengikuti namanya: Kembong Daeng. Metafora digunakan secara tepat, peribahasa lama juga dikutip untuk memperkuat narasinya.

Penulis juga memasukkan pandangan dari orang-orang yang mengenalnya, sehingga kita sebagai pembaca akan mendapatkan impresi dari orang pertama, para saksi mata. Orang-orang yang mengenal dekat Beliau, sejak masih sekolah, mahasiswa, hingga ia menjadi Guru Besar di UNM itu memberi testimoni layaknya actuality voice dalam jurnalisme radio.

BACA JUGA:  Soeharto: Siluet Kekuasaan dan Bayang Sejarah

Prof. Dr. Kembong Daeng,M.Hum. membuktikan bahwa hanya diri kita yang mampu mengubah nasib kita. Dari nothing menjadi something, dari seseorang yang tidak dianggap menjadi orang yang diapresiasi karena prestasi.

Pendidikan oleh Kembong Daeng dijadikan sebagai jalan untuk menapaki tangga-tangga keberhasilan, sekaligus pengabdian. Semua itu tak membuatnya jemawa. Ia tetap rendah hati, bersahaja, dan selalu melafazkan rasa syukur kepada Allah Swt.

Beliau tak henti-henti mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang berjasa padanya. Sungguh suatu teladan yang patut dicontoh.

Terima kasih Prof. sudah mempercayakan buku ta untuk saya utak-atik. Sebuah kehormatan bagi saya, jadi editor buku Autobiografi Permata Karya ini. (*)

*) Dikembangkan dari Pengantar Editor pada buku Autobiografi Permata Karya, penulis Kembong Daeng, penerbit Pakalawaki, 2024