Kadang, kalau Solihin tiba, saya akan pulang sebentar untuk beristirahat. Nanti setelah mandi dan sarapan, saya kembali lagi ke studio. Saat saya dan teman-teman yang baru diterima bekerja, kami masih berstatus uji coba dan magang. Honor kami di masa awal, yakni Rp1.000 sehari. Asumsinya, kami naik pete-pete (angkot) dua kali nyambung. Ongkos naik pete-pete trayek Sentral-Pa’baeng-baeng-Perumnas, tahun itu, masih Rp250 sekali jalan. Honor kami naik menjadi Rp150.000/bulan, setelah tiga bulan bekerja. Sebagai gambaran, nilai tukar rupiah terhadap dolar tahun 1993, 1$ AS senilai Rp970 Sedangkan pada tahun 1995, kurs 1$ AS setara Rp1.100 (lokadata.beritagar.id).
Setelah masuknya Emmy Nurmi sebagai Kepala Studio Radio Venus, manajemen kantor dibenahi, termasuk melakukan inovasi program siaran. Rutinitas saya juga berubah setelah Radio Venus punya office boy. Saya tak harus buru-buru bangun dini hari ke studio hanya untuk menghidupkan pemancar. Tugas saya itu sudah digantikan oleh office boy. Namun, masuk kantor di subuh hari harus saya lakukan karena sebagai orang yang bertugas pertama, pukul 05.00 wita, untuk me-relay siaran “Permai” dari Radio Telstar. (*)












