banner 728x90

Makassar, 9 November 1607-2023

  • Bagikan

Makassar Kota Terbesar di Indonesia Timur yang Masih Butuh Cahaya Setiap Hari.

NusantaraInsight, Makassar — Sebuah kota pelabuhan dan kota pantai terbesar di kawasan Timur Indonesia dengan luas 175 KM dengan jumlah penduduk sebesar 1.5 juta orang.

Kota metropolitan yang banyak dihuni oleh sebagian besar suku Makassar dan suku Bugis serta sebagian suku Tionghoa, Jawa, Mandar dan Toraja.

Kota yang sibuk 24 jam ini, mendapat julukan Kota Makan Enak oleh walikotanya Danny Pomanto karena di kota ini dikenal dengan jenis makanannya yang sangat enak, dengan sebaran warung coto, sop dan kopi di sepanjang jalanan kota.

Makanan yang enak-enak seperti Coto Makassar, Ikan Bolu Bakar, Sop Konro, Pallubasa, Pisang Ijo, Pisang Epe, Jalangkote dan Bakso khas Toraja serta minuman Sarabba dan kopi khas Toraja yang sudah mendunia telah membuat kota ini selalu dirindukan oleh para penikmat kuliner.

Kota pantai terbesar dengan luas pantainya menyelimuti 7 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada, menjadi kota yang bertumbuh pesat namun masih membutuhkan banyak perbaikan dan perubahan besar-besaaran.

BACA JUGA:  Miris! Kasus Bullying Kembali Terjadi di Lingkungan Satuan Pendidikan

Kota ini dikenal juga dengan kota Daeng dan kota pantai dengan Pantai Losari yang indah adalah salah satu tujuan wisatanya dengan mengandalkan keindahan sunset yang berlatar belakang masjid indah terbesar 99 Kubah yang ikonik tepat berada di depan pantai reklamasi.

Selain itu, kota ini dikenal dengan kota perjuangan dengan adanya benteng Rotterdam yang berada tepat di tengah kota Makassar, yang suatu hari saya berharap benteng ini menjadi pusat kegiatan budaya dan seni di Makassar.

Kota Makassar juga sebagai salah satu kota perdagangan terbesar di kawasan Timur karena memiliki banyak pusat perdagangan dan Mal seperti Mall Panakukang, Trans Studio Mall, Mall Ratu Indah, Mall Nipah, Somba Opu serta Karebosi Link yang berada di bawah tanah /underground lapangan olah raga Karebosi.

Di bidang transportasi, kota ini memiliki pelabuhan laut terbesar dengan Makassar New Port (MNP) yang terhubung dengan tol dan pelabuhan udara yang masih dalam tahap pembangunan.

Sayangnya kota metropolitan ini, belum memiliki sarana transportasi umum yang memadai, kondisi taman kurang maksimal ditata dan drainase yang belum layak dikelola, stadion bola yang belum ada, karena telah dihancurkan, serta pasokan listrik yang tidak optimal karena kurangnya debit air dan pemeliharaan infrastruktur yang masih kurang sehingga masyarakat mengalami pemadaman listrik setiap hari secara bergiliran.

BACA JUGA:  Lebih dekat dengan Jenderal Dr H Burhanuddin Andi, MH

Padahal dengan APBD sebesar lebih dari 5 triliun rupiah, banyak hal yang bisa dilakukan agar kota ini semakin baik, dan semakin nyaman serta membanggakan tidak hanya sebagai kota makan enak tapi juga sebagai kota hijau yang humanis yang memanjakan warganya dengan makanan yang enak, transportasi dan taman yang hijau dan nyaman serta infra struktur yang memadai termasuk perbaikan drainase, trotoar yang layak dan lampu lalu lintas dan kondisi boulevard jalan lebih diperhatikan lagi. Juga tentunya perlunya edukasi tentang budaya kebersihan, budaya mengemudi yang sopan serta budaya disiplin.

  • Bagikan