Mahasiswa KKNT Unhas Buat Inovasi Sederhana untuk Pengelolaan Sampah Organik dan Konservasi Air di Desa Otting

NusantaraInsight, Sidrap — Pada Senin, 28 Juli 2025, Mahasiswa KKNT Gelombang 114 Universitas Hasanuddin dengan tema Inovasi Pengembangan desa mengadakan sebuah program kerja bertajuk “Pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai Strategi Pengelolaan Sampah Organik dan Konservasi Air Tanah” telah dilaksanakan di Kantor Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Hal ini disampaikan Mega Hardhini kepada NusantaraInsight, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, program ini bertujuan untuk memperkenalkan solusi sederhana namun efektif dalam mengatasi permasalahan sampah organik sekaligus meningkatkan resapan air tanah.

Antusiasme warga sangat tinggi terhadap program ini. Mereka menyambut baik inovasi pembuatan lubang resapan biopori, yang meskipun terlihat sederhana, mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi volume sampah rumah tangga.

Lubang biopori yang berfungsi sebagai tempat pengomposan organik langsung di tanah memungkinkan masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekitar, tanpa memerlukan teknologi yang rumit.

Salah satu dampak positif dari program ini adalah berkurangnya jumlah sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui metode biopori, masyarakat dapat mengubah limbah organik menjadi kompos alami, yang nantinya juga bermanfaat untuk kesuburan tanah.

BACA JUGA:  Di Balik Peluncuran Edisi Revisi Buku “A.Amiruddin Nakhoda dari Timur” (11): Punya Visi, Siapa pun Bisa Memimpin

Target utama dari program ini adalah kelompok tani, masyarakat setempat, dan ibu rumah tangga (IRT), sebagai pihak yang paling dekat dengan aktivitas pengelolaan sampah rumah tangga. Diharapkan, mereka dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan kebiasaan ramah lingkungan di tingkat rumah tangga dan komunitas.

Dengan terlaksananya program ini, besar harapan kami agar lubang resapan biopori menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Semoga inovasi ini mampu memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan di Desa Otting dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.