Sekolah dapat pula mengembangkan program-program inovasi berkaitan dengan Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, Gerakan Literasi Sekolah, dan lain sebagainya, yang kesemuanya dalam kerangka Sekolah Ramah Anak (SRA) sesuai prinsip the best interest of the child.
Keberhasilan sekolah dalam pembelajaran dan pengembangan program inovasi akan menjadi success story yang penting dibagikan untuk penguatan citra sekolah, sekaligus dapat menjadi inspirasi dan direplikasi di sekolah-sekolah lainnya.
Sungguh suatu catatan prestasi yang membanggakan, sekaligus berdampak pada anak-anak itu sendiri maupun lingkungan sosial dan alam raya.
*Publikasi Lewat Positive Journalism*
Praktik baik (best practice) yang dilakukan dengan pendekatan pengembangan program inovasi sebagai cara memecahkan masalah, tentu saja memiliki news value dan newsworthy.
Pada tahap ini, sekolah mesti didorong untuk proaktif memproduksi informasi yang edukatif sesuai apa yang telah dipraktikkan.
Publikasi yang dilakukan, dapat melalui platform media sosial dan website sekolah, atau melalui situs-situs berita yang dikelola secara profesional oleh kalangan jurnalis.
Media massa dan teman-teman jurnalis, sebagai jejaring sekolah, dapat menggunakan Positive Journalism (Jurnalisme Positif) dalam pemberitaan mereka menyangkut praktik baik pembelajaran dan program inovasi yang bertalian dengan krisis iklim di sekolah bersangkutan.
Positive Journalism adalah pendekatan berita yang berfokus pada solusi, kemajuan, dan kisah inspiratif. Pendekatan jurnalisme ini bukan saja informatif, tetapi juga memberi edukasi, inspirasi, dan membangun optimisme melalui pelaporan yang berwawasan ke depan, konstruktif, dan berbasis bukti.
Positive Journalism, yang disebut pula dengan istilah Constructive Journalism, Solutions Journalism, atau Good News Reporting, dilihat sebagai paradigma baru yang berfokus pada pelaporan berita yang berimbang, tidak hanya mengedepankan konflik, tetapi juga mengangkat solusi dan sisi baik dari suatu peristiwa.
Ada optimisme dan kepercayaan yang meningkat, bukan hanya bagi sekolah, tetapi juga terhadap kerja-kerja jurnalisme.
Dalam banyak kasus, model pendekatan Positive Journalism memberi manfaat karena fokus pada respons terhadap masalah (solution oriented), serta meningkatkan keterlibatan (engagement).
Berita-berita positif dan konstruktif akan menarik minat untuk dibaca, apalagi di era media sosial.
Mengapa bisa? Karena sekolah dan mereka yang diberitakan akan dengan senang hati membagikan praktik baik tentang pembelajaran dan program inovasi yang dilakukan melalui akun-akun medsosnya (Facebook, TikTok, Instagram, X) serta grup-grup WhatsApp sekolah, orangtua, keluarga, alumni, komunitas dan lain-lain sehingga meningkatkan pembacaan algoritma.












