Itulah alasan, mengapa tanggal 1 April disepakati sebagai HARSIARNAS. Sebab, pada 1 April 1933 sudah hadir stasiun radio, yang nanti jadi tonggak bagi peristiwa bersejarah lainnya, berupa live siaran secara internasional dari Solo ke Belanda. Pendirian SRV oleh kalangan nasionalis dianggap pula sebagai bentuk perlawanan budaya bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Setahun setelah Rakornas, atau tepat pada 1 April 2010, Deklarasi Hari Penyiaran Nasional (HARSIARNAS) dilakukan di Pendapa Gede Balaikota Solo, oleh Joko Widodo, yang saat itu masih menjadi Walikota Solo.
Saat Rakornas KPI 2009 di Solo, dua seniman legendaris Indonesia hadir, yakni Gesang, yang populer sebagai pencipta lagu “Bengawan Solo”, dan Waldjinah, yang kondang lewat lagu “Walang Kekek”. Melihat keduanya, Andi Taddampali, yang di Radio Mercurius FM punya nama udara Andi Mangara, berkomentar bahwa betapa bangganya sebuah kota yang punya tokoh ikonik sekelas Gesang dan Waldjinah. Pada momen itu, saya berfoto dengan Gesang, yang sudah sangat sepuh. Beliau menggenggam tangan saya saat seorang teman mengambil gambar kami dengan menggunakan kamera BlackBerry.
Gesang merupakan salah satu saksi dan pelaku sejarah perkembangan penyiaran di Indonesia. Beliau pada tahun 1934, dalam usia masih sangat muda, mulai menggubah lagu-lagunya dan diperdengarkan melalui siaran SRV. Beliau bersama teman-temannya sebagai pemusik amatir, pada era itu, berlatih dengan peralatan sederhana dan mendapat kehormatan untuk bersiaran di SRV. Lagu “Bengawan Solo”, yang diciptakan tahun 1940, dipopulerkan kepada masyarakat juga melalui siaran SRV.
Selama di Solo, sayang rasanya kalau tidak pelesiran ke lokasi-lokasi wisatanya. Saya sempat ke Pasar Klewer membeli batik, ke Keraton Surakarta Hadiningrat, serta ke Pasar Triwindu melihat-lihat barang antik. Dari Solo kami naik kereta api ke Yogyakarta, nginap di losmen semalam, sebelum terbang kembali ke Makassar.
Selama saya jadi Ketua KPID Sulawesi Selatan, kami komisioner periode 2011-2014, bersama para pemangku kepentingan lainnya, selalu memperingati HARSIARNAS. Bentuk kegiatannya beragam, mulai dari penayangan iklan layanan masyarakat (ILM), talkshow, focus group discussion (FGD) dan beberapa kegiatan lain, sebagai kampanye publik dan untuk literasi media. (*)
Makassar, 1 April 2024












