Ketelanjuran penggantian penamaan nama bulan dalam bahasa latin terus berlanjut. Septem yang bermakna tujuh dalam latin menempati posisi ke sembilan. Selanjutnya Octo yang berarti delapan ditempatkan pada bulan ke sepuluh.
Seterusnya Novem yang berarti sembilan maka pada kalender Julius Caesar berada di urutan sebelas. Demikian juga Desem yang berarti sepuluh berada di posisi ke dua belas.
Meski kekacauan ini disadari namun senuanya tidak berubah sejak 1 Januari 45 SM alias 2071 tahun silam.
Perbaikan Kalender Julian
Penanggalan yang dibuat Julius Caesar dan Sosiogenes pada tahun 46 SM yang dikenal sebagai Kalender Julian dihitung bahwa 1 tahun itu 365,25 hari atau 365 hari dan 6 jam sementara perputaran bumi terhadap matahari 365 hari 5 jam dan 48 menit dan 46 detik. Dengan selisih waktu tersebut berakibat kelebihan 11 menit dan 46 detik setiap tahun.
Untuk menormallan kelebihan itu, maka Gregorius menghapus 10 hari pada penanggalan pada bulan Oktober 1582 maka setelah tanggal 4 Oktober dilanjutkan dengan 15 Oktober 1582. Jadinya penanggalan pada 5-14 Oktober 1582 tidak pernah ada.
Kalender yang digunakan saat ini bernama Kalender Gregorian yang mengacu pada nama Gregorius yang telah memperbaiki Kalender Julian.












