Oleh: Nasrul (Penyunting Buku)
NusantaraInsight, Makassar — Karena telanjur maka penamaan bulan pada kalender yang digunakan saat ini sulit diubah.
Semuanya berawal ketika Julius Caesar—sang Kaisar Romawi— dan Sosiogenes yang astronom Alexandria— memperbaiki penanggalan Romawi.
Sebelum mereka menghadirkan kalender Romawi versi baru penanggalan sebelumnya dikenal dengan istilah era bingung mengingat kekacauan yang ditimbulkannya, di antaranya kebingungan dalam hal pertanian.
Dari kerja sama keduanya kalender Romawi memang lebih baik meski belum sepresisi saat ini. Namun hal lain yang penting diingat adalah soal penamaan bulan model Julius Caesar. Sebenarnya penamaan nama bulan pada kalender tersebut agak rancu namun tetap saja digunakan.
Urutan pertama nama bulan si era bingung ditempati sejak lama oleh Mars, yakni dewa pertempuran dalam mitologi Romawi kuno.
Lalu pada penanggalan Caesar, dewa Mars diganti dengan Janus, Si Dewa Waktu. Janus digambarkan sebagai dewa yang memiki dua kepala; satu menghadap ke masa lalu dan satunya lagi menghadap ke masa depan. Sebagai Dewa Waktu, ia menguasai hari, bulan,dan tahun.
Bulan pertama kalender Caesar ini kemudian bernama Januari berdasarkan nama Dewa Janus tadi.
Alasannya karena Janus dianggap lebih cocok berada di urutan pertama dibanding Mars. Lagi pula Dewa Mars sendiri fungsinya berubah-ubah. Sebelum menjadi dewa pertempuran Mars dipuja sebagai Dewa Pertanian. Karena Januari di urutan pertama maka Mars harus rela di urutan ke tiga setelah Februari.
Perubahan lain juga ada pada nama bulan yang berdasarkan nama latin. Di sinilah ketelanjuran, tepatnya kerancuan itu banyak terjadi. Jika Quintilis yang dalam bahasa latin berarti kelima karena memang sebelum adanya kalender Caesar bulan Quintilis berada di urutan ke lima, sedangkan pada penanggalan ala Julius Caesar, Quintilis berada di urutan ke tujuh.
Setelah nyaman di urutan ke tujuh Quintilis harus rela dihilangkan dari nama bulan pada penanggalan Romawi. Urutannya kemudian diganti dengan Julius, yang kata Mark Anthony untuk menghormati usaha Julius Caesar dalam perbaikan kalender Romawi.
Mark Anthony, kita tahu, adalah pedukung sekaligus suami Cleopatra setelah Caesar meninggal. Jadilah Juli di urutan ke tujuh pada penanggalan yang seperti kita kenal sekarang. Ada pula yang mengatakan kalau pengubahan itu dilakukan Julius Caesar sendiri sebelum meninggal karena dia lahir di bulan itu.
Setali tiga uang dengan Quintilis, bulan Sixtilius yang berarti keenam dalam bahasa latin, juga dihilangkan demi menghormati kaisar Agustus, penerus Julius Caesar dalam pemerintahan. Maka setelah bulan Juli kita kemudian menggunakan Agustus.












