Ia akan mendorong anak muda Gaza agar tidak larut dalam trauma perang, tetapi bangkit sebagai generasi baru yang berpikir maju.
Ia mungkin akan mengundang universitas-universitas Islam dari Indonesia, Malaysia, dan Turki untuk membuka cabang di Gaza, menjadikan pendidikan sebagai jembatan antarbangsa.
Di bidang ekonomi, JK akan menerapkan model koperasi masyarakat yang meniru semangat ekonomi kerakyatan Indonesia. Ia akan memanfaatkan potensi pertanian perkotaan, energi surya, dan industri kecil untuk menciptakan lapangan kerja baru. Ia tahu bahwa perut yang kenyang adalah pondasi bagi jiwa yang damai.
Spirit Islam yang Mencerahkan
Sebagai seorang Muslim yang moderat dan bijak, JK memahami bahwa kekuatan sejati umat Islam bukanlah pada kemarahan, tetapi pada kasih sayang dan keadilan. Ia akan menanamkan kembali nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam setiap kebijakan pemerintahan sementaranya.
Ia akan mendorong ulama Gaza untuk menjadi jembatan, bukan jurang, bagi umatnya. Masjid-masjid akan dijadikan pusat dakwah sekaligus pusat pemberdayaan sosial. Setiap khutbah Jumat tidak lagi berisi seruan kebencian, tetapi semangat kebangkitan.
Dengan gaya kepemimpinan khas JK — sederhana, tegas, tapi penuh empati — Gaza akan mulai menemukan ritme baru: dari puing menuju harapan, dari duka menuju martabat.
Reputasi yang Menyembuhkan Luka Dunia Islam
Jika dunia melihat JK di Gaza, banyak pemimpin akan teringat kembali pada wajah Islam yang lembut dan beradab. Dunia yang sering memandang umat Islam lewat citra kekerasan, akan menyaksikan bahwa ada pemimpin Muslim yang mampu menyeimbangkan spiritualitas dan profesionalitas, kesantunan dan ketegasan, kebangsaan dan kemanusiaan.
Ia tidak akan berbicara dengan bahasa kebencian terhadap Israel, melainkan dengan bahasa keadilan. Ia tidak akan menyerukan perang, tapi menuntut agar dunia menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina untuk hidup merdeka. Dalam pandangan JK, perdamaian sejati tidak berarti menyerah, tapi memastikan bahwa kebenaran berdiri tegak tanpa menumpahkan darah.
Hadis tentang Kaum dari Timur yang Membela Kebenaran
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan muncul dari arah Timur suatu kaum yang mempersiapkan kekuasaan untuk Al-Mahdi.”
(HR. Ibnu Majah no. 4088, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 4/463 – dinilai hasan oleh sebagian ulama, dhaif oleh yang lain).
Banyak cendekiawan kontemporer menafsirkan kata “Timur” (al-Masyriq) bukan hanya secara geografis (seperti Khurasan atau Iran), tetapi juga secara simbolik — menunjuk kebangkitan umat Islam dari kawasan timur dunia Islam, termasuk Asia Tenggara.












