Indira Jusuf Ismail, PKK, dan Kota Layak Anak

Konsep Kota Ramah Anak bermaksud memaksimalkan peran Walikota dan penentu kebijakan lain, untuk merumuskan rencana pembangunan kota yang berpihak bagi anak, dan memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, media massa serta memperluas jaringan dengan semua pemangku kepentingan dengan pemenuhan hak-hak anak.

Pencanangan ini, menurutnya, adalah sebuah momentum, langkah baru, masa depan baru. Dengan pencanangan Makassar Kota Layak Anak, maka diharapkan visi misi Pemkot Makassar, dengan “8 Jalan Masa Depan” akan diintegrasikan ke dalam program-program yang bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh anak dan dalam rangka memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Sehingga sejatinya, pencanangan dan penandatangan Makassar Kota Layak Anak, merupakan komitmen politik Walikota, DPRD, Muspida, dunia usaha dan semua mitra yang masih harus ditindaklanjuti dengan program-program konkret dan berkelanjutan. Masih dibutuhkan dukungan anggaran yang proporsional, guna mengimplementasikan program-program strategis, penguatan gugus tugas, dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. Sebagai pilot project, telah ditetapkan Kecamatan Manggala sebagai percontohan implementasi Kota Layak Anak, yang nanti direplikasi ke kecamatan-kecamatan lain.

BACA JUGA:  Belajar Jurnalisme Radio Dengar Symphony No 5 Beethoven

Kami dari PKK Kota Makassar, lanjut Indira, telah bertekad akan mengambil peran aktif, untuk mewujudkan Makassar bukan hanya menjadi Kota Dunia tapi juga kota yang Layak untuk Anak. Karena kota yang layak untuk anak adalah layak juga untuk semua. PKK Kota Makassar, bukan saja akan mendukung Makassar Smart City, tapi juga berupaya mewujudkan Smart Generation. Generasi yang sehat dan cerdas, yang tetap berpedoman pada nilai budaya yang kuat, yang Sombere’.

Itulah mengapa, kegiatan pencanangan dipelopori oleh ibu-ibu PKK karena dia yakin dan percaya bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama. Pemenuhan hak-hak anak akan terpenuhi dengan baik, bila perlakuan terhadap ibu dan perempuan juga semakin baik. Dalam Millennium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Millenium, jelas sekali hal ini disebut, antara lain: Mengembangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, dan meningkatkan kesehatan ibu melahirkan.

Karena itulah, dirinya optimis, dengan sentuhan dan kasih sayang ibu-ibu dan dukungan semua pihak, Insya Allah, PKK Kota Makassar menargetkan Makassar akan memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sudah banyak yang dilakukan ke arah itu, seperti, akta kelahiran gratis, pendidikan gratis/wajib belajar 12 tahun, angka partisipasi PAUD, bus sekolah, zona aman sekolah, Forum Anak, pojok ASI dan pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan untuk menekan prevalensi gizi buruk, kawasan tanpa rokok, dan nanti akan ada taman tematik yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk pengembangan kreativitas mereka. Program-program yang sudah dan pernah ada akan dimaksimalkan, sementara yang belum akan dibuat dan dikembangkan sesuai kriteria Kota Layak Anak.