Ibu

Oleh: Muliati

NusantaraInsight, Maros — Kata Ibu adalah kata yang selalu indah untuk dirangkai, selalu manis untuk diurai, Ibu melambangkan sosok perempuan yang mulia, yang melahirkan, merawat, mengasuh, membesarkan, mendidik dan mencurahkan seluruh kasih sayangnya tanpa syarat kepada anak anaknya.

Setiap detak napasnya, setiap kata katanya adalah doa, setiap langkahnya adalah panutan yang yang mengukir sejarah untuk anak anaknya. Ibu adalah cahaya bagaikan lentera dalam gelap, bagai mentari di pagi hari, yang memberi kehangatan saat anaknya dalam kedinginan dan penyemangat dalam lelah.

Ibu………..yang mengajari memandang dunia, menghadapi baik dan buruknya dunia. Ibu adalah tempat bersandar segala harapan, menghadapi kerasnya dunia. Ibu yang menghapus setiap tetes air mata anak anaknya dikala tak lagi bisa menahan sedih dan lelah.

Seorang Ibu mampu terjaga sepanjang malam dikala anaknya sakit, bahkan seorang ibu rela bernazar untuk seluruh jiwanya dan bersedia menukar jiwanya dengan jiwa anaknya demi kesembuhan anak sibuah hati, begitu besar cinta seorang ibu.

BACA JUGA:  Profil Narasi Budaya Lembang Pata’padang, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara

Ibu sosok sederhana yang mampu tertawa dan tersenyum manis di depan anak-anaknya, seorang Ibu mampu menyembunyikan beban berat yang dihadapinya demi membesarkan putra putrinya. Begitu mulia seorang Ibu, jasanya tak akan tergantikan oleh apapun.

Seorang Ibu dengan sepenuh jiwanya dan penuh keikhlasan bangun di sepertiga malam yang sunyi berdoa menengadahkan tangan dan bersujud dihadapan Allah untuk memohon kepada Allah, mendoakan anak anaknya sukses, tercapai cita citanya , selalu bahagia selalu sehat.

Sebelum matahati terbit sebelum anak anaknya bangun dari tidurnya Ibu sudah menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak anaknya, setelah berangkat ke sekolah sang ibu pun berangkat bekerja ke sawah ke kebun, membiarkan badannya penuh peluh tak merasakan panasnya matahari, mampu menahan terpaan hujan lebat semua dengan niat hasil sawah, ladangnya menghasilkan panen yang berlimpah untuk persiapan pendidikan anak anaknya.

Seorang Ibu rela bahkan bekerja siang dan malam di rumah orang lain sebagai asisten rumah tangga demi untuk menyiapkan biaya pendidikan anak anaknya, seorang Ibu dengan penuh semangat bekerja sebagai pedagang keliling bahkan hanya sekedar menjajakan kua yang dibuatnya sendiri semua untuk anak anaknya.

BACA JUGA:  Kenakalan Wartawan dalam Memperoleh Informasi

Seorang Ibu mampu merawat anak-anaknya bahkan sampai 10 (sepuluh orang) tanpa rasa lelah tanpa keluh kesah, tapi apakah seorang anak mampu merawat seorang Ibu diusia lanjut, mampukan seorang anak menyuapi ibunya yang telah renta sebagaimana sang Ibu dulu menyuapi anaknya, mampukan seorang anak membimbing ibunya berjalan dikala sang ibu tak lagi mampu berjalan sebagaimana dulu sang ibu mengajarinya berjalan di masa bayinya.