Ketika ditanya, bagaimana caranya membangun budaya literasi dan literasi budaya di Kabupaten Gowa? Hj Hartini menjawab, “Menurut saya, pemerintah, baik kota maupun daerah, turut andil dalam menyebarkan buku bermuatan lokal ke perpustakaan desa, sekolah, dan pegiat literasi yang ada di Kabupaten Gowa. Ini dilakukan, supaya pemustaka semakin berminat untuk mengetahui sejarah dan budaya Makassar, terutama di Kabupaten Gowa. Selain itu, dengan rajinnya pustakawan melakukan aktivitas literasi ke masyarakat, maka pemerintah seharusnya lebih menaruh perhatian dan menyediakan sarana dan prasarana yang layak agar mudah dijangkau dan nyaman digunakan oleh pemustaka.”
Kisah tentang Hj Hartini, sebagai pustakawan dan pegiat literasi, tentu tak bisa lagi dibaca oleh almarhumah. Namun, interaksinya dengan siswa dan guru-guru SMP Negeri 2 Bontonompo, serta pegiat literasi di Kabupaten Gowa akan dikenang dengan catatan yang indah. Pengabdiannya yang tulus dalam gerakan literasi merupakan sebentuk kebaikan, bagai cahaya ilmu yang menerangi cakrawala pemikiran. Sosoknya merupakan inspirasi, bagi mereka yang setia di jalan literasi. (*)
Gowa, 29 Februari 2024












