NusantaraInsight, Makassar — “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga memungkinkan waktu ta hadir di acara pembukaan warkop Nyeruput To Riolo di Royal Sentraland BTP, Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 10.00 -13.00. Hormat Kami: Harun Ar Rasyid & Fam.”
Itu bunyi undangan dari sahabat saya, Harun Ar Rasyid, yang saya kenal sejak tahun 1987, semasa kuliah di Fakultas Hukum Unhas.
Pria yang punya nama lengkap Achmad Nur Harun Ar Rasyid ini, kerap mengajak saya bertemu untuk ngopi di warkop yang berada di kawasan Boulevard, Panakkukang Mas, Makassar. Di sana kami ngobrol seputar rencana-rencana kegiatan atau sekadar bernostalgia semasa kuliah dahulu.
Namun kali ini beda. Dia mengundang saya sebagai owner sebuah warkop yang berada di perbatasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar, dengan Jalan Poros Pamanjengang, Moncongloe, Kabupaten Maros.
Begitu saya ke sana, sudah terlihat karangan bunga berjajar di depan Ruko Piccadily Blok RD-001-002. Lokasinya tak jauh dari pintu gerbang Royal Sentraland BTP, sehingga mudah dikenali.
Saya mengenali sejumlah tamu yang hadir. Mereka berlatar belakang akademisi, aktivis, politisi, pengacara, dan kolega dari berbagai kalangan.
Saya sempat diajak bergabung foto bareng dengan Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Yusran Jusuf, Sekjen IKA Unhas, dan mantan Penjabat Walikota Makassar, Dr. Sakka Pati, akademisi yang juga sohibnya.
Pria kelahiran Pinrang, 29 Desember 1967 itu memang punya kecerdasan interpersonal. Tak heran bila ia mudah akrab dan berterima dengan orang lain.
Sebagai profesional trainer, konsultan, dan motivator, tentu ia punya banyak mitra dan kenalan. Apalagi belakangan, ia banyak terlibat dalam tim pemenangan kandidat calon kepala daerah, baik pada level kota/kabupaten maupun provinsi.
Rekam jejaknya sebagai seorang profesional, terlihat pada portofolionya. Om Harun, begitu suami dari dr. St. Wahida Jalil, M.Kes.Sp.KJ akrab disapa, pernah menduduki sejumlah posisi, antara lain Financial Advisor Lippo Life, Regional Manager AIG Lippo (BAD Indonesia Timur), dan Head Traineer AIA Financial Indonesia untuk wilayah Indonesia Timur.
Sebagai organisator dan aktivis mahasiswa di zamannya, Om Harun memang cocok menggeluti bisnis warkop. Warkop telah jadi habitat dan circle di mana dia membangun dan mengembangkan jejaring perkawanan.
Prinsip hidupnya, “perbanyaklah teman dan bangun tali silaturahmi, karena temanlah yang akan menutupi kekurangan kita.”
Om Harun tentu jauh lebih paham bahwa warkop merupakan ruang sosial, dengan pengunjung yang loyal–jika tidak mau dibilang fanatik.












