GLOBAL MARCH TO GAZA: PALESTINA, AKU DATANG !

Bagi mereka yang takut, percayalah: keberanian bukan berarti tidak takut, tapi tetap bergerak walau takut. Bagi mereka yang ragu, yakinkan dirimu bahwa sejarah tidak berubah oleh orang-orang yang ragu. Ia diukir oleh mereka yang nekat berharap, walau kemungkinan kalah di depan mata.
Kita berjalan bukan untuk gaya. Kita berjalan karena kita tahu setiap langkah kita adalah suara. Dan suara adalah kekuatan. Setiap orang yang melihat kita berjalan akan bertanya: “Kenapa mereka lakukan ini?” Lalu jawaban itu akan menyebar. Kesadaran akan menjalar. Dan itu cukup. Karena revolusi selalu dimulai dari kesadaran.

Gaza butuh lebih dari sekadar belas kasihan. Ia butuh solidaritas. Ia butuh tekanan politik. Ia butuh suara global. Dan jika para pemimpin dunia bungkam, maka rakyat dunia harus bicara. Global March to Gaza adalah suara itu.

Jangan menunggu sempurna untuk ikut serta. Langkah kaki kita yang sederhana bisa menginspirasi dunia. Keringat kita yang tak seberapa bisa menyambung nafas anak-anak Gaza. Dan meski tubuh kita tidak sampai di Rafah, semangat kita bisa melampaui tembok-tembok perbatasan.
Hari ini, ketika Anda membaca ini, mungkin Anda bertanya: “Apa arti langkah kaki saya?” Jawabannya: arti besar. Sebab setiap langkah kaki dalam barisan ini adalah bentuk pembelaan terhadap hak asasi manusia. Setiap orang yang ikut serta, adalah nyala kecil dalam gelap dunia. Dan jika nyala itu disatukan, ia bisa membakar ketidakadilan.

BACA JUGA:  AI BUKAN RUJUKAN AGAMA, PANDANGAN ISLAM TENTANG TEKNOLOGI

Mari kita akui, dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Tapi kita tidak boleh menyerah pada keputusasaan. Karena satu-satunya yang lebih buruk dari kezaliman adalah orang baik yang memilih diam. Maka, jangan diam. Ayo berjalan. Ayo bersuara. Ayo menyatu dalam Global March to Gaza. Walaupun kali ini kita tak sempat ikut langsung, namun setidaknya semangat, hati dan doa menyertai orang-orang yang ikut dalam perjuangan ini.

Biarlah kaki kita lelah, asal nurani tetap hidup. Biarlah tubuh kita dibatasi pagar kawat dan perbatasan, asal jiwa kita tetap merdeka. Biarlah media tak menyiarkan, asal langit tahu bahwa kita tidak tinggal diam.

Global March to Gaza bukan akhir. Ia adalah awal dari gelombang kesadaran yang tidak bisa dihentikan. Dan kita semua—siapa pun kita—bisa menjadi bagian dari arus itu. Karena pada akhirnya, dunia tidak akan diingat karena mereka yang berkuasa, tapi oleh mereka yang berani melawan demi kemanusiaan.

Maka hari ini, esok, dan selama Gaza masih terkepung, kita akan terus melangkah. Dalam doa, dalam suara, dalam aksi, dan dalam sejarah. Sebab Gaza adalah kita. Dan kita adalah mereka. Semoga Global March to Gaza, bukan saat ini saja, tapi terus berjalan, terus melangkah hingga Kebebasan, Kemerdekaan Palestina bisa diraih dan penderitaan bisa diakhiri.