Semua kewajiban telah tertunaikan kewajiban pada sesama manusia atas janji yang diucapkan dan kewajiban kepada Allah sebagai hamba atas janji yang terucap sejak dalam kandungan “alastu birabbikum? Qaalubala syahidna” Saatnya siap-siap menuju lokasi mengikuti petunjuk google Maps yang dikirim tanpaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya kurang lebih 10 menit jarak tempu untuk sampai di Cafe Danur.
Dengan langkah penuh semangat, saya melaju bersama si kuda besi merah yang senantiasa siap sedia membawa saya kemanapun hendak pergi, si kuda besi merah tak gentar, melaju tanpa henti menyelinap diantara pecahan cahaya lampu kota Makassar merobek selimut udara dingin yang menyelimuti jiwa dan pikiran menghadirkan nuansa magis pada perjalanan saya yang hanya kurang lebih 1 km, si kuda besi merah terus berjalan membelah gerimis yang merayapi perjalanan saya menuju Caffe Danur dekat terminal malengkeri Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar.
Suara gemuruh hujan di atas helm seolah menjadi teman setia sepanjang perjalanan saya ketukan demi ketukan menghapus ragu dalam jiwa, menghapus bimbang dalam pikiran.
Alhamdulillah… Akhirnya sampai juga di Caffe Danur, terima kasih ya… Allah yang telah menggerakkan hati saya meringkan langkah saya dan menuntun saya hingga selamat sampai tujuan. “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” ~ Q.S. an-Nahl 16: 18.
Si kuda besi merah terparkir dengan baik dan kebutulan mendapat ruang parkir yang cukup aman, aman dari terpaan setiap butir hujan yang jatuh, aman dari niat yang tidak terencanakan. namun, ada kesempatan oleh makhluk ciptaan Allah yang belum ada pentunjuk kebaikan dalam hatinya. aman dari tangan yang tidak bertanggungjawab. “Bagaimana kamu mendapatkan dirimu sekarang?” Ia menjawab, “Aku dalam keadaan harap dan cemas.” Mendengar jawaban laki-laki itu, Rasulullah bersabda, “Tidaklah berkumpul dalam diri seseorang dua perasaan ini, melainkan Allah akan memberikan apa yang dia harapkan dan menenangkannya dari apa yang ia cemaskan.” ~ Hadits Begitulah perasaan waspada dan perasaan cemas seorang manusia atas suatu kemungkinan yang tidak dinginkan, Allah SWT berfirman, “Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah.”~QS. Al-Ma’idah ayat 92
Kuda besi merah sudah terparkir aman, perasaan pun ikut aman, juga langkah kaki saya melangkah dengan ringan tanpa beban menuju ruang Caffe Danur tanpa memikirkan keamanan si kuda besi merah.
Mata saya pun menjelajah seantero ruang caffe, menyusuri setiap sudut, ke depan, ke kiri, dan ke kanan, menyenter keberadaan Pak Camat di mana ia duduk. Suasana caffe agak ramai dipadati pengungjung aroma kopi khas warung kopi yang menggoda saya terus bergerak kedalam, suara cekakak dan gemerincing gelas menyatu dengan percakapan para pengunjung ditambah lagi dengan live musik yang tersedia di caffe tersebut, menciptakan sebuah lanskap hidup mengikuti tren hari ini yang menarik dan penuh keceriaan. Sorot mata saya belum menemukan keberadaan pak camat diruang itu, mungkin sudah bergeser ke tempat lain karena disini ramai tanya saya dalam hati.
Disaat keraguan hati saya mencari-cari keberadaan Pak Camat radar telinga saya tiba-tiba menangkap suara yang familiar dari kejauhan pak Rahman… Segera, pandangan mata saya memutar balik ke arah suara tersebut dugaan saya kalau suara itu pasti suaranya bu Jumaria, ternyata dugaan saya benar suara itu datang dari mulut Bu Jumaria pemilik Caffe Danur. Dengan berbinar-binar, Bu Jumaria, mengajak saya, sini ki’ pak Rahman ada Pak Camat di dalam natunggui ki’ dari tadi.












