Selama di Radio Venus, saya mengenal semua penyiar, mulai dari yang bersiaran pagi hingga malam hari.
Conny Hidayat, Elsa Swary, Indra Setiawan, Rickson Sidabutar, Solihin, Danu Wiratmaja, Mila Fauzan, Angel, Adin Aditya, Atien, Rory, Basman, dan Gita Pratiwi.
Para penyiar era itu, masih bersiaran secara part time, jadi mereka akan datang menjelang akan bertugas dan pulang setelah itu.
Para penyiar pagi, tidak datang di malam hari, begitupun penyiar malam, tidak datang di pagi hari. Sebagai penyiar paruh waktu, kebanyakan dari mereka tidak selalu datang mengikuti rapat-rapat evaluasi siaran. Jadi tidak semua penyiar pernah bertemu satu sama lain secara fisik.
Sekalipun saya bukan penyiar untuk suatu acara tetap dan bukan pula music director, tapi sering kali saya membantu teman-teman mencarikan kaset untuk acara malamnya radio venus.
Lagu-lagu pada acara malam ini memang agak khas, dan musti mampu membuat orang nyaman mendengar radio sebagai pengantar tidur. Saya kadang berinisitif mencari lagu-lagu yang dianggap bagus dengan pergi ke salah satu toko kaset di Jalan Sungai Cerekang untuk membuat daftar lagu yang akan direkam.
Basman, teman penyiar seangkatan, kalau ke Radio Telstar untuk membuat iklan, juga kerap mengambil kesempatan merekam lagu-lagu bagus di sana, termasuk merekam sound effect yang dipakai untuk produksi iklan. Era itu, pembajakan lagu belum ketat diberlakukan.
Tadinya, mencarikan lagu-lagu yang akan diputar itu hanya untuk urusan membantu mempermudah tugas teman. Namun, terkadang juga jadi semacam penyiar pengganti. Pembawa acara malam, pukul 22.00-24.00 wita, itu memang rawan. Kalau penyiarnya telat datang, karena alasan kendaraan atau kendala lain, maka biar bagaimanapun harus ada yang menggantikannya.
Kondisi inilah yang membuat saya biasa terpaksa bertugas sebagai penyiar pengganti. Dengan mendengar lagu-lagu yang diputar, fans tahu siapa yang memilih lagu-lagu itu. Selera musik seorang penyiar, memang terkadang ikut terbawa saat dia bertugas. (*)












